Jakarta (KABARIN) - Sebanyak 27 dari total 52 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan sudah kembali ke kondisi normal. Kabar ini disampaikan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian.
“Menunjukkan pemulihan signifikan dalam dua bulan terakhir sebanyak 27 daerah telah kembali normal sepenuhnya,” kata dia dalam siaran daring peresmian 1.300 unit rumah hunian sementara yang diikuti dari Jakarta, Kamis.
Tito menjelaskan, selain 27 daerah yang sudah pulih total, ada 15 daerah yang kondisinya mendekati normal. Namun, masih ada beberapa persoalan yang terus ditangani pemerintah. Sementara itu, 10 daerah lainnya masih butuh perhatian khusus karena dampak bencananya tergolong luas, termasuk di wilayah Provinsi Aceh.
Berdasarkan pemaparan Satgas PRR, pemulihan di Sumatera Barat menunjukkan progres cukup baik. Tujuh daerah di provinsi itu sudah pulih sepenuhnya. Meski begitu, Kabupaten Agam dan Padang Pariaman masih membutuhkan penanganan lanjutan karena dampak bencana di wilayah tersebut belum sepenuhnya tertangani.
“Kemudian di Sumatera Utara sembilan daerah telah kembali normal, sedangkan beberapa daerah lainnya mendekati kondisi pemulihan,” kata dia.
Tito yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri menilai capaian pemulihan ini tidak lepas dari kerja bareng banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga relawan dan unsur TNI-Polri yang terjun langsung di lapangan.
Untuk membantu warga terdampak, pemerintah pusat sudah menyiapkan berbagai skema bantuan. Salah satunya lewat program rehabilitasi rumah sesuai tingkat kerusakan. Rumah dengan kategori rusak ringan mendapat bantuan Rp15 juta per unit, rusak sedang Rp30 juta per unit, sementara rumah rusak berat atau hilang mendapatkan bantuan dengan indeks Rp60 juta per unit.
Data Satgas PRR mencatat, total rumah terdampak di tiga provinsi tersebut cukup besar. Ada 35.208 rumah rusak ringan, 17.350 rumah rusak sedang, dan 24.443 rumah rusak berat. Proses pemulihan dan pembangunan kembali pun masih terus berjalan agar warga bisa segera kembali beraktivitas normal.
Sumber: ANTARA