BPS: 95 dari 100 Orang Angkatan Kerja Sudah Memiliki Pekerjaan

waktu baca 2 menit

Dengan kata lain, sekitar 95 dari 100 orang angkatan kerja merupakan penduduk bekerja

Jakarta (KABARIN) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan 95 dari 100 orang angkatan kerja di tanah air sudah memiliki pekerjaan dengan angka pekerja pada November 2025 mencapai 147,91 juta orang.

“Tingkat pengangguran terbuka pada bulan November 2025 adalah sebesar 4,74 persen. Dengan kata lain, sekitar 95 dari 100 orang angkatan kerja merupakan penduduk bekerja,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan dari seluruh penduduk usia kerja atau berusia 15 tahun ke atas, sekitar 71 dari 100 orang merupakan angkatan kerja atau telah aktif di pasar kerja.

Dari jumlah penduduk bekerja yang mencapai 147,91 juta orang, katanya sebesar 38,81 persen berstatus sebagai buruh, karyawan atau pegawai. Angka ini naik 625 ribu orang dari Agustus 2025.

Lebih lanjut, ia menyampaikan sejalan dengan meningkatnya jumlah buruh dan pegawai, proporsi pekerja formal juga mengalami kenaikan.

Per November 2025, proporsi pekerja formal mencapai 42,3 persen dari total penduduk bekerja.

Dari sisi pendidikan, sebanyak 13,01 persen penduduk bekerja berpendidikan tinggi atau bergelar diploma ke atas. Sementara itu, 34,63 persen penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah.

BPS juga mencatat adanya peningkatan pekerja penuh waktu, dengan persentase pekerja yang bekerja minimal 35 jam per minggu mencapai 67,94 persen atau sekitar 100,5 juta orang.

Menurut dia, angka ini naik 0,62 basis poin dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 67,32 persen.

“Dengan kata lain, sekitar 68 dari 100 penduduk bekerja merupakan pekerja penuh, yaitu orang yang bekerja minimal 35 jam dalam seminggu,” kata Amalia.

Adapun proporsi pekerja dengan jam kerja tidak penuh (1–34 jam per minggu) sebesar 32,06 persen atau sekitar 47,42 juta orang.

Di dalam kelompok ini terdapat pekerja setengah pengangguran, yakni mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan.

"Untuk tingkat setengah pengangguran di bulan November 2025 mengalami penurunan menjadi 7,81 persen dari sebelumnya di bulan Agustus 2025 yang sebesar 7,91 persen," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan berita resmi statistik, rata-rata upah buruh pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,33 juta, dengan rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp3,61 juta, sedangkan perempuan sebesar Rp2,82 juta.

Rata-rata upah buruh tertinggi terdapat pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar Rp5,17 juta, sedangkan terendah pada aktivitas jasa lainnya sebesar Rp1,96 juta.

Dilihat dari tingkat pendidikan, rata-rata upah buruh berpendidikan Diploma IV hingga S3 sebesar Rp4,63 juta, sedangkan buruh berpendidikan SD ke bawah sebesar Rp2,22 juta.

Adapun berdasarkan kelompok umur, rata-rata upah tertinggi sebesar Rp3,78 juta terdapat pada kelompok usia 40–44 tahun, sedangkan terendah sebesar Rp2,06 juta pada kelompok usia 15–19 tahun.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka