NASA Ungkap Jupiter Sedikit Lebih Kecil dari Perkiraan

waktu baca 2 menit

Los Angeles (KABARIN) - Data dari misi Juno NASA menunjukkan bahwa Jupiter, planet terbesar di tata surya, sedikit lebih kecil dan lebih "pipih" dari perkiraan sebelumnya, demikian disampaikan badan antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut pada Rabu (4/2).

Dengan menganalisis data okultasi radio dari 13 kali terbang lintas (flyby) di dekat Jupiter dan memperhitungkan efek angin zonal, para ilmuwan misi menemukan bahwa raksasa gas tersebut sekitar 8 km lebih kecil pada jari-jari ekuator dan 24 km lebih pendek pada jari-jari kutub, menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy.

Okultasi radio digunakan untuk "melihat" menembus awan tebal dan buram di atmosfer Jupiter guna memahami struktur internalnya, kata NASA. Dalam sebuah eksperimen okultasi, Juno mengirimkan sinyal radio ke Jaringan Luar Angkasa Dalam NASA di Bumi. Saat sinyal tersebut melewati ionosfer Jupiter, sinyal itu dibelokkan dan ditunda oleh gas-gas atmosfer.

Dengan mengukur perubahan frekuensi sinyal, para peneliti dapat menentukan suhu, tekanan, dan kepadatan elektron pada berbagai kedalaman di atmosfer Jupiter, tambah NASA.

Radius presisi Jupiter berfungsi sebagai standar kalibrasi utama untuk pemodelan eksoplanet raksasa di sistem bintang lain. Pemahaman yang lebih akurat tentang bentuk planet ini akan membantu para astronom menafsirkan dengan lebih baik pengamatan terhadap planet-planet berjarak jauh yang melintas di depan bintang induknya, papar badan antariksa tersebut.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka