ArtSwara Angkat Romantisme Musik Era 80–90an Lewat "Vintage Sounds"

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) -

Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara siap mengajak penonton bernostalgia lewat pergelaran bertajuk “Vintage Sounds” yang akan digelar pada 17 Februari 2026. Konsepnya dikemas dalam format live variety show dengan nuansa musik era 1980 hingga 1990-an, hasil kolaborasi ArtSwara bersama Tohpati Orchestra dalam format big band.

“Pergelaran ini saya gagas sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada kedua orang tua saya. Lagu yang dibawakan merupakan musik favorit mereka dan menjadi bagian dari memori keluarga,” kata Produser Eksekutif ArtSwara Maera dalam acara konferensi pers ArtSwara, Rabu (4/2).

Maera menjelaskan, “Vintage Sounds” jadi upaya untuk menghidupkan kembali lagu-lagu pop Indonesia era 80 dan 90-an dengan sentuhan aransemen baru. Meski dikemas lebih segar, karakter asli lagu-lagu tersebut tetap dipertahankan agar bisa dinikmati lintas generasi, dari yang tumbuh besar di era kaset pita sampai generasi yang akrab dengan playlist digital.

Deretan lagu yang akan dibawakan juga sudah dipilih secara kurasi untuk mewakili warna musik Indonesia pada masanya. Beberapa judul yang masuk repertoar antara lain “Selamat Datang Cinta”, “Aku Cinta Kepadamu”, “Alam Maya”, “Bimbang”, “Asmaraku Asmaramu”, “Cinta”, hingga “Damai”.

Menurut Maera, lagu-lagu tersebut akan dibawakan dengan aransemen baru tanpa menghilangkan karakter aslinya agar dapat dinikmati lintas generasi. Untuk urusan musik, ArtSwara menggandeng Tohpati Orchestra dengan format big band. Tohpati mengaku keterlibatannya dalam format variety show menjadi pengalaman baru dalam proses aransemen.

“Ini pertama kali saya mengiringi beberapa segmen dalam format variety show. Tantangannya ada pada pemilihan dan aransemen musik yang sesuai dengan ragam konsep pertunjukan,” ujar Tohpati.

Pergelaran “Vintage Sounds” juga bakal menghadirkan kolaborasi lintas generasi dan lintas seni. Sejumlah nama yang terlibat antara lain musisi rap Iwa K, penyanyi sekaligus penari Galabby, serta pelukis pasir Vina Candrawati. Perpaduan musik, tari, rap, hingga seni visual ini diharapkan bikin pertunjukan terasa lebih hidup dan berwarna.

Iwa K menilai kolaborasi rap dengan nuansa nostalgia dan format orkestra bukan perkara mudah.

“Perlu energi khusus untuk membangun kolaborasi yang unik bersama Maera dalam konsep seperti ini,” kata dia.

Sementara itu, Galabby melihat konsep pergelaran ini memberi ruang interpretasi baru untuk lagu-lagu lama lewat aransemen berbeda dan kolaborasi visual di atas panggung.

Di kesempatan yang sama, Maera juga mengumumkan rencana kembalinya pergelaran musikal “MAR” pada pertengahan Mei 2026. Penjualan tiket musikal tersebut akan dibuka bersamaan dengan penyelenggaraan “Vintage Sounds”. Informasi lengkap soal jadwal dan pembelian tiket bisa kamu temukan lewat laman resmi ArtSwara.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka