Oto

Changan Luncurkan Mobil Listrik dengan Baterai Sodium-Ion Pertama di Dunia

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Changan Automobile resmi bikin gebrakan di dunia kendaraan listrik dengan meluncurkan mobil penumpang produksi massal pertama di dunia yang memakai baterai sodium-ion. Mobil itu adalah Changan Nevo (Qiyuan) A06, yang debut globalnya menandai strategi baru Changan dalam pengembangan teknologi baterai alternatif selain lithium.

Dilaporkan Carnewschina, Kamis (5/2), Changan Nevo A06 dibekali baterai sodium-ion CATL Naxtra berkapasitas 45 kWh. Dengan baterai ini, mobil listrik tersebut diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Kapasitas baterai yang dipakai Nevo A06 sama dengan baterai sodium-ion pertama yang sebelumnya dirilis CATL untuk kendaraan komersial ringan. Inti dari inovasi ini ada pada baterai sodium-ion Naxtra buatan CATL yang sudah terintegrasi dengan teknologi CTP (Cell-to-Pack) generasi ketiga. Teknologi ini memungkinkan sel baterai langsung disusun ke dalam paket tanpa modul tambahan, sehingga lebih efisien dan ringkas.

CATL menyebut baterai Naxtra punya kepadatan energi sel hingga 175 Wh/kg. Angka ini terbilang tinggi untuk teknologi sodium-ion, yang selama ini dikenal punya kepadatan energi lebih rendah dibanding baterai lithium-ion.

Soal ketahanan di cuaca ekstrem, Changan mengklaim baterai ini sudah lolos pengujian musim dingin ketat di Yakeshi, wilayah dengan suhu sangat rendah di China. Hasilnya, performa baterai dinilai tetap stabil dan memenuhi kebutuhan pengguna, mulai dari jangkauan, ketahanan suhu rendah, aspek keamanan, hingga kemampuan pengosongan daya.

Data pengujian menunjukkan, daya pengosongan kendaraan pada suhu minus 30 derajat Celsius hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan model baterai lithium besi fosfat (LFP) konvensional dengan kapasitas yang sama. Bahkan, baterai ini masih mampu mempertahankan retensi kapasitas lebih dari 90 persen pada suhu minus 40 derajat Celsius, serta tetap bisa mengosongkan daya secara stabil di kondisi ekstrem hingga minus 50 derajat Celsius.

Dari sisi keamanan, baterai Naxtra juga diklaim sudah melampaui standar nasional di China. Dalam berbagai skenario penyalahgunaan ekstrem, seperti ekstrusi multi-arah, penetrasi bor listrik, hingga pemotongan total saat baterai terisi penuh, baterai ini tidak menunjukkan asap, sensasi panas berlebih, api, maupun ledakan. Menariknya lagi, baterai tetap bisa melepaskan daya secara normal meski sudah dipotong.

Ke depan, Changan tidak cuma berhenti di Nevo A06. Perusahaan otomotif asal China itu memastikan merek-mereknya, mulai dari Avatr, Deepal, Nevo, hingga Uni, bakal secara bertahap mengintegrasikan baterai sodium-ion Naxtra dari CATL ke dalam model-model masa depan mereka.

CATL sendiri optimistis dengan perkembangan pesat rantai industri baterai sodium-ion. Menurut perusahaan, ke depan jarak tempuh mobil listrik murni berbasis baterai sodium-ion diproyeksikan bisa menembus 500 kilometer, bahkan berpotensi mencapai 600 kilometer. Sementara untuk kendaraan hybrid dengan jangkauan lebih jauh, jarak tempuhnya diperkirakan bisa lebih dari 300 kilometer dan berpeluang naik hingga 400 kilometer.

Kehadiran Changan Nevo A06 dengan baterai sodium-ion ini jadi sinyal kuat bahwa teknologi baterai alternatif mulai siap masuk ke pasar massal. Buat kamu yang penasaran dengan masa depan mobil listrik, ini bisa jadi salah satu langkah besar menuju kendaraan listrik yang lebih tahan cuaca ekstrem, aman, dan berpotensi lebih ramah biaya produksi di masa depan.

Sumber: Carnewschina

Bagikan

Mungkin Kamu Suka