Mogoknya Pedagang Memicu Kenaikan Harga Daging Sapi di Jakarta

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Harga daging sapi di Jakarta sempat melonjak dalam beberapa hari terakhir. Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan, salah satu pemicunya adalah aksi mogok yang dilakukan sejumlah pedagang dan pemotong daging.

Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan lonjakan harga terjadi karena para pemotong daging sempat menghentikan aktivitas mereka selama beberapa hari.

“Memang kemarin sempat terjadi lonjakan, karena memang tiga hari, waktu itu, kawan-kawan pemotong menyatakan mogok gitu, ya," ujar Eliawati di Jakarta Pusat, Jumat.

Meski begitu, Eliawati menegaskan dampak mogok tersebut tidak berlangsung lama. Menurut dia, koordinasi lintas sektor yang cepat serta dukungan dari BUMD membuat pasokan daging tetap aman.

“Karena koordinasi kita yang kuat, BUMD mempunyai support yang sangat tinggi, kemudian stok kita itu memang benar-benar ada gitu, jadi mereka hanya mogok satu hari, dan itu berpengaruh terhadap harganya," jelas Eli.

Saat ini, harga daging sapi di pasaran sudah kembali bervariasi, tergantung jenis potongan dan kadar lemaknya. Karena itu, Pemprov DKI mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan pilihan daging dengan kebutuhan dan kemampuan beli.

“Saat sekarang ini, memang terjadi perbedaan harga sesuai spesifikasi, tertinggi di angka Rp143 ribu, itu has dalam. Tapi bagaimana kemudian dengan CL 5 gitu, kalau kita bilang, ya, kalau perlemakannya hanya 5 persen, itu di bawah Rp100 ribu," tutur Eli.

Untuk menjaga harga tetap stabil, Pemprov DKI juga terus memperluas akses distribusi pangan murah agar lebih mudah dijangkau warga Jakarta. Program pangan murah kini sudah hadir di ratusan lokasi.

Eli menyebutkan distribusi pangan murah telah digelar di 197 titik di Jakarta. Harapannya, masyarakat bisa lebih gampang mendapatkan daging sapi dengan harga terjangkau.

“Hanya memang yang menjadi tantangan kita adalah kita akan senantiasa memperbaiki sistemnya sehingga masyarakat tidak akan kesulitan untuk masuk di dalam kuota," ungkap Eli.

Dengan pasokan yang diklaim aman dan distribusi yang diperluas, Pemprov DKI berharap harga daging sapi bisa tetap terkendali dan kebutuhan warga tetap terpenuhi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka