Jakarta (KABARIN) - Duka mendalam menyelimuti warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah dua anak sekolah dasar meninggal dunia akibat tenggelam di waduk belakang Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Komplek TNI AL Kodamar, Jumat siang. Keduanya dikenal sebagai anak-anak yang sehari-hari aktif bersekolah dan bermain bersama teman-temannya.
Kedua korban masing-masing berinisial RS (12), siswa kelas 6 SD, dan IAA (11), siswa kelas 4 SD. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat mereka berenang di waduk tanpa pengawasan orang dewasa.
“Kedua korban tenggelam merupakan remaja berinisial RS dan IAA,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim di Jakarta.
Peristiwa bermula ketika RS dan IAA bersama dua temannya, PT dan TD, berangkat menuju waduk belakang STTAL dengan tujuan berenang. Sebelum berangkat, mereka sempat menunggu IAA yang sedang menjalankan piket kebersihan kelas di SDN 01 Kelapa Gading Barat.
Sesampainya di lokasi, keempat anak tersebut duduk di pinggir waduk dan mulai berenang di area yang dianggap aman. Namun situasi berubah menjadi panik ketika dua saksi, PT dan TD, mengalami kesulitan di dalam air.
RS sempat berhasil menolong PT dari kondisi tenggelam. Sementara itu, IAA juga berusaha menyelamatkan TD dengan mengulurkan tangan dan menariknya ke tepi waduk.
Namun, setelah menolong temannya, IAA justru terseret ke bagian tengah waduk dan tenggelam. Tak lama berselang, RS juga ikut tertarik ke tengah waduk dan mengalami hal serupa.
“Kedua korban panik dan tidak bisa berenang sehingga tenggelam,” kata AKP Kiki.
Melihat situasi tersebut, TD bergegas meninggalkan lokasi untuk memberi tahu orang tua IAA, sementara PT melaporkan kejadian itu kepada orang tua RS. Proses pencarian pun dilakukan dengan harapan besar bahwa keduanya masih bisa diselamatkan.
Sekitar pukul 13.55 WIB, kedua korban akhirnya ditemukan oleh pihak keluarga. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, nyawa kedua anak tersebut tidak dapat diselamatkan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan orang dewasa serta keamanan area perairan, terutama di lingkungan yang dekat dengan permukiman dan sekolah. Kejadian ini juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan lingkungan sekolah korban.
Sumber: ANTARA