Jakarta (KABARIN) - BTS tak hanya merayakan comeback mereka di atas panggung, tetapi juga mengajak seluruh kota Seoul ikut menjadi bagian dari pengalaman budaya yang imersif. Pada musim semi 2026, ibu kota Korea Selatan akan disulap menjadi ruang perayaan seni, musik, dan sejarah melalui proyek bertajuk “BTS The City Arirang Seoul.”
Mengutip Korea Herald, proyek ini akan berlangsung mulai 20 Maret hingga 12 April 2026, bertepatan dengan perilisan album kelima BTS yang berjudul Arirang. Inisiatif tersebut diumumkan oleh Big Hit Music sebagai hasil kolaborasi dengan Pemerintah Metropolitan Seoul, menghadirkan pengalaman lintas ruang yang menyatu dengan denyut kota.
Perayaan ini akan dimulai dengan pertunjukan comeback bertajuk “BTS Comeback Live: Arirang” di Gwanghwamun Square, salah satu ruang publik paling ikonik di pusat Seoul. Namun, panggung utama tak berhenti di satu titik—seluruh kota menjadi kanvasnya.
“Bekerja sama dengan Pemerintah Metropolitan Seoul, kami merancang serangkaian program agar pengunjung dan warga Seoul dapat menikmati seni dan budaya dengan cara baru, sekaligus terlibat lebih dalam dengan momen comeback BTS,” ujar BigHit Music dalam pernyataan resminya.
Pada hari perilisan album, 20 Maret, landmark utama Seoul seperti Sungnyemun dan Menara N Seoul akan diselimuti fasad media bercahaya. Visual kontemporer diproyeksikan ke situs bersejarah, menciptakan dialog simbolis antara tradisi dan masa kini—sebuah citra yang menegaskan identitas budaya Korea di mata dunia.
Mulai 22 Maret, suasana santai akan hadir di Taman Yeouido Hangang. Area ini akan diubah menjadi ruang lounge terbuka, tempat pengunjung berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati musik BTS dengan latar Sungai Han. Musik tak lagi sekadar didengar, tetapi menjadi pengalaman kolektif di ruang publik.
Memasuki April, proyek The City Arirang Seoul meluas ke pusat kota. Dinding batu, tangga, dan jalanan yang dipenuhi pepohonan akan sementara bertransformasi menjadi ruang pameran terbuka. Lirik-lirik BTS diinterpretasikan ulang melalui instalasi cahaya dan video yang menyatu dengan lanskap urban, menghadirkan pengalaman seni yang bisa dinikmati sambil berjalan kaki.
Seluruh jadwal dan detail program akan diumumkan secara bertahap melalui Weverse, platform fandom global milik HYBE. Setelah Seoul, konsep The City ini juga direncanakan meluas ke kota-kota besar lain di dunia.
Sebelumnya, BTS telah memperkenalkan konsep serupa lewat “BTS Permission to Dance The City–Las Vegas” pada 2022, disusul “BTS Yet to Come The City in Busan” di tahun yang sama. Inisiatif ini menempatkan kota sebagai “taman bermain” budaya—ruang di mana musik, seni, dan publik saling terhubung.
Lewat The City Arirang Seoul, BTS kembali menegaskan bahwa comeback bukan sekadar rilis album, melainkan peristiwa budaya yang menghidupkan kota, merangkul publik, dan memperluas makna kebersamaan di ruang urban.
Sumber: Korea Herald