Kekerasan Pelajar Kembali Terjadi, Polisi Selidiki Kasus Air Keras di Cempaka Putih

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Aksi kekerasan yang melibatkan pelajar kembali mengusik rasa aman publik. Kepolisian tengah mengusut kasus penyiraman air keras yang dilakukan seorang pelajar terhadap pelajar lain di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) sore.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan penyidik telah bergerak cepat dengan mengamankan dan menganalisis rekaman video yang viral di media sosial. Video tersebut menjadi petunjuk awal untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi para pelaku.

“Kami sudah menangani dan melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis video yang beredar di media sosial,” ujar Roby saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dari hasil penelusuran sementara, polisi mengaku telah mengantongi identitas pelaku berikut kendaraan yang digunakan saat kejadian. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing pelaku sebelum melakukan langkah hukum lanjutan.

“Kami sudah mengetahui identitasnya, baik pelaku maupun kendaraan yang digunakan. Namun semuanya masih dalam tahap pendalaman,” jelasnya.

Korban dalam peristiwa ini mengalami luka serius, terutama di bagian mata akibat siraman air keras. Korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit dan kini telah kembali ke rumah. Namun, kondisi fisik dan psikis korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.

“Korban mengalami cedera di bagian mata. Saat ini masih dalam proses pemulihan dan belum siap untuk diperiksa,” kata Roby.

Karena baik pelaku maupun korban masih di bawah umur, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.

Berdasarkan video yang viral, terlihat tiga pelaku mengendarai satu sepeda motor sambil membawa air keras. Di saat yang sama, korban bersama dua temannya melaju dari arah berlawanan dengan satu sepeda motor. Ketika jarak semakin dekat, sepeda motor pelaku tiba-tiba memotong jalur korban, lalu salah satu pelaku menyiramkan air keras ke arah mereka.

Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Korban yang terkena siraman terlihat kesakitan dan memegang bagian matanya, sementara sepeda motor yang dikendarainya terus melaju menjauh.

Kasus ini kembali menjadi pengingat serius akan maraknya kekerasan di kalangan remaja serta pentingnya pengawasan dan edukasi, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang publik.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka