Dewan PERS: Dominasi Platform Global Dinilai Picu PHK dan Tekanan di Industri Media

waktu baca 2 menit

...Sekarang ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya (income) menurun

Serang (KABARIN) - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai kuatnya dominasi platform digital global menjadi faktor utama maraknya pemutusan hubungan kerja di industri media konvensional saat ini. Menurutnya, arus pendapatan iklan yang selama ini menopang operasional media kini makin banyak berpindah ke platform digital.

Pernyataan itu disampaikan Komaruddin saat menghadiri Konvensi Nasional Media Massa yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional HPN 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Banten, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa iklan yang dulu menjadi sumber pemasukan utama bagi televisi dan media arus utama lainnya, sekarang lebih banyak mengalir ke media sosial dan layanan berbagi video seperti YouTube. Perubahan ini membuat kondisi keuangan banyak perusahaan media semakin tertekan.

"Sekarang ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya (income) menurun. Dari mana income-nya? Dari iklan. Iklan larinya ke medsos," katanya.

Melihat kondisi tersebut, Dewan Pers mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan regulasi yang lebih adil agar dominasi platform global bisa dikendalikan dan ekosistem bisnis media di Indonesia menjadi lebih seimbang.

Komaruddin menegaskan, tanpa kehadiran negara dalam mengatur keseimbangan ini, media arus utama akan terus mengalami penurunan pendapatan yang pada akhirnya berujung pada pengurangan karyawan.

"Kalau pemerintah tidak ikut menciptakan keadilan, media mainstream itu kemudian mengalami kekurangan pendapatan (revenue) dan akhirnya PHK," ujarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka