Wamenkominfo: Banjir Konten AI Bikin Publik Butuh Jurnalisme Tepercaya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengemukakan peran penting jurnalisme di tengah banjir konten berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), yang semakin sulit dibedakan dari peristiwa nyata.

Dalam Forum Kolaborasi Dewan Pers dan Google News Initiative yang diadakan di Serang, Banten, Minggu (8/2), dia menyampaikan bahwa perkembangan AI telah mengubah lanskap industri media massa dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Foto, video, dan teks hasil rekayasa menggunakan AI kini beredar luas di platform digital dan media sosial, membuat publik rentan terkecoh.

"Konten sintetis hari ini sangat mirip dengan aslinya. Bahkan orang yang terlatih pun bisa keliru. Di situ publik membutuhkan jurnalisme yang bekerja dengan disiplin verifikasi," kata Nezar sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Senin.

Ia mengemukakan bahwa masalah utama pada era digital bukan kelangkaan informasi, tetapi krisis kepercayaan.

Algoritma dan sistem personalisasi membuat publik melihat realitas yang terfragmentasi sesuai dengan preferensi masing-masing, bukan gambaran utuh peristiwa.

"Informasi hari ini melimpah, yang justru langka adalah kepercayaan. Kepercayaan itu hanya bisa dijaga oleh jurnalisme yang berintegritas," kata Nezar.

Nezar mengatakan bahwa AI tidak punya insting verifikasi, karena teknologi hanya bekerja jika diperintah.

Tanpa kendali manusia, AI tidak bisa memastikan apakah sebuah informasi otentik atau sekadar simulasi.

"AI tidak akan melakukan verifikasi kalau tidak diminta. Disiplin verifikasi inilah yang membedakan jurnalisme profesional dengan konten otomatis," kata Nezar.

Ia menekankan bahwa dalam industri media massa, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu produksi, bukan pengambil keputusan editorial.

Manusia harus tetap menjadi pusat dalam penentuan kebenaran, konteks, dan dampak informasi bagi publik.

"Jurnalisme adalah layanan publik. Di tengah dominasi algoritma dan AI, keberpihakan pada kebenaran dan hak warga tidak boleh hilang," kata Nezar.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah mendukung pembangunan ekosistem media massa yang sehat, yang meliputi jurnalis, industri media, dan platform digital.

Menurut dia, jurnalisme berkualitas bisa melayani kepentingan warga sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi. Dia yakin publik bersedia membayar untuk mengakses berita dengan kredibilitas.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka