Vartan Arutyunyan Rebut Gelar Interim WBA Kelas Bridger Usai TKO Dramatis

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Atmosfer di Tractor Ice Arena, Chelyabinsk, Rusia, terasa panas sejak bel pertama berbunyi. Di tengah sorotan lampu dan riuh penonton tuan rumah, petinju Armenia Vartan Arutyunyan tampil tanpa ragu.

Ia datang bukan sekadar bertanding, tetapi untuk mengambil sabuk juara dunia sementara (interim) kelas bridger (101,6 kg) milik Georgiy Yunovidov versi World Boxing Association (WBA).

Sejak ronde awal, Yunovidov menunjukkan kelasnya sebagai tuan rumah. Dengan gaya bertinju yang rapi, footwork terukur, dan kontrol jarak yang disiplin, ia mencoba mendikte tempo. Strateginya cukup efektif membuat Arutyunyan sulit menemukan celah bersih untuk mendaratkan pukulan keras.

Namun Arutyunyan bukan tipe petinju yang nyaman bermain aman. Ia terus menekan, memotong sudut ring, dan memaksa duel jarak dekat. Gaya agresifnya perlahan menggerus ritme permainan Yunovidov. Tekanan konstan itu mulai membuahkan hasil.

Momentum berubah drastis di ronde kelima. Kombinasi tajam—diawali pukulan lurus dan ditutup hook keras—membuat Yunovidov terjatuh ke kanvas. Arena mendadak hening. Meski mampu bangkit dan menyelesaikan ronde, kondisi fisik dan mentalnya mulai terlihat goyah.

Memasuki ronde keenam, Arutyunyan tampil dengan insting pemburu. Ia mendorong lawannya ke tali ring dan meluncurkan rentetan hook tanpa jeda. Pukulan demi pukulan mendarat bersih. Yunovidov nyaris tak mampu membalas. Demi keselamatan petinju, wasit akhirnya menghentikan laga—technical knockout (TKO).

Kemenangan ini terasa istimewa. Arutyunyan kini mempertahankan rekor sempurna: 11 kemenangan tanpa kekalahan, tujuh di antaranya diraih lewat KO/TKO. Sabuk interim WBA ini menjadi gelar dunia pertamanya—sebuah pernyataan tegas bahwa ia adalah kekuatan baru di kelas 224 pon.

Di sisi lain, hasil ini menjadi pil pahit bagi Yunovidov. Kekalahan tersebut menambah catatan rekornya menjadi 11 kemenangan dan dua kekalahan, sekaligus menggagalkan pertahanan gelar interim yang baru ia raih pada Juli 2025.

Perjalanan Arutyunyan belum berhenti. WBA membuka peluang duel unifikasi melawan juara reguler kelas bridger, Muslim Gadzhimagomedov. Jika laga itu terwujud, peta persaingan kelas bridger dunia akan memasuki babak baru—dan nama Arutyunyan kini resmi masuk dalam daftar penantang paling serius.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka