Washington (KABARIN) - Putaran kedua perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran "mencapai kemajuan" di Jenewa pada Selasa (17/2), meskipun "masih ada banyak detail yang perlu dibahas," kata media daring AS, Axios, mengutip seorang pejabat AS.
Menyusul perundingan dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, menurut laporan tersebut, para pejabat Iran berjanji akan menyerahkan proposal terperinci dalam dua pekan ke depan "untuk mengatasi beberapa perbedaan sikap yang masih ada".
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengatakan pembahasan kali ini lebih "konstruktif" dibandingkan putaran pertama yang digelar di Muscat sebelumnya pada bulan ini.
Dia menyatakan kedua pihak telah menyepakati "prinsip-prinsip panduan" untuk potensi kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran itu dilakukan ketika pemerintahan Trump menghimpun kekuatan militer besar di dekat Iran untuk potensi pelaksanaan operasi.
Pekan lalu, Trump mengirim gugus tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah. Lebih dari 50 jet tempur F-35, F-22, dan F-16 telah bergerak ke kawasan tersebut dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Axios yang mengutip data radar penerbangan sumber terbuka dan seorang pejabat AS.
Trump juga mengatakan pada Jumat (13/2) pekan lalu bahwa pergantian rezim di Iran "akan menjadi hal terbaik yang dapat terjadi."
Sejumlah analis memperingatkan bahwa perluasan dari upaya peningkatan militer AS dapat mempersempit peluang penyelesaian diplomatik antara Washington dan Teheran.
Media AS pada Minggu (15/2) melaporkan bahwa Trump pada Desember lalu mengatakan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa AS akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika perundingan AS-Iran gagal.
Sumber: Xinhua