Ankara (KABARIN) - Pasukan Amerika Serikat dilaporkan sudah bersiap menghadapi kemungkinan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini, tapi Presiden Donald Trump belum menentukan keputusan final.
Mengutip laporan CNN, pasukan AS telah menyiapkan kekuatan udara dan laut di Timur Tengah sebagai antisipasi jika opsi militer dipilih.
Pada Rabu, Trump menggelar pertemuan untuk meninjau perkembangan terbaru dengan Iran dan mempertimbangkan langkah selanjutnya termasuk negosiasi diplomatik dan opsi militer, menurut laporan portal berita Axios seperti dikutip oleh Anadolu.
Pertemuan itu dihadiri utusan Timur Tengah Steve Witkoff, penasihat senior Jared Kushner, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Mereka memberikan pengarahan kepada Trump tentang pembicaraan nuklir dengan delegasi Iran di Jenewa pekan ini dan opsi yang mungkin diambil.
Para pejabat memperingatkan bahwa opsi militer terhadap Iran bisa memicu konflik regional lebih luas dibandingkan operasi terbatas di Venezuela bulan Januari lalu.
Dalam pertemuan itu, Trump juga menerima laporan terbaru soal negosiasi perang Rusia-Ukraina dan pertemuan perdana Dewan Perdamaian bentukan Trump untuk menangani krisis di Gaza, Palestina.
"Saya berada di sini atas undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace yang sangat penting. Pertemuan resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas implementasi dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza. Kami terus berupaya merintis jalan menuju solusi yang nyata dan berkelanjutan atas isu Palestina," kata Prabowo.
Sumber: ANAD