Istanbul (KABARIN) - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon mengevakuasi puluhan personel dan anggota keluarga melalui Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Senin, menyusul meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS memastikan personel non-darurat dan keluarga yang memenuhi syarat telah dipindahkan sementara. “Secara berkelanjutan kami terus menilai lingkungan keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru, kami memutuskan langkah paling bijak adalah mengurangi kehadiran menjadi personel esensial,” ujar pejabat tersebut.
Kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti, sambil menegaskan langkah ini bersifat sementara untuk menjaga keselamatan sekaligus tetap bisa melayani warga AS. “Kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti yang bertugas. Ini merupakan langkah sementara untuk memastikan keselamatan personel kami sekaligus mempertahankan kemampuan untuk beroperasi dan membantu warga negara AS,” tambahnya.
Lewat akun X, kedutaan juga mengumumkan bahwa personelnya “dibatasi untuk melakukan perjalanan pribadi tanpa izin terlebih dahulu” dan menekankan kemungkinan diberlakukannya pembatasan tambahan secara mendadak jika ada ancaman keamanan baru.
Ketegangan ini muncul menjelang pertemuan AS-Iran di Jenewa pada Kamis, 26 Februari, untuk membahas kemungkinan kesepakatan nuklir. Pertemuan berlangsung di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Teluk Persia dan latihan militer baru oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai dalam 10 sampai 15 hari.
Sumber: Anadolu_OANA