Depok (KABARIN) - Mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang, merasakan langsung pengalaman belajar seni budaya Indonesia lewat lokakarya bertajuk Workshop Indonesian’s Art Cultural yang digelar di Makara Art Center Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini diinisiasi Direktorat Kebudayaan UI bersama TUAT dan Fakultas Teknik UI sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan antarnegara melalui pendekatan seni.
Lokakarya menghadirkan metode learning by doing, sehingga para peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung mencoba berbagai praktik seni. Kegiatan dipandu oleh pengajar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI sekaligus seniman profesional, yakni Dr. Ari Prasetyo, M.Hum., dan Citra Cahyaning Sumirat, S.H., M.Pd.
Perwakilan Direktorat Kebudayaan UI, Eko Sulistiyo, menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa Jepang yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah bagi mahasiswa TUAT. Seni, seperti gamelan dan tari Bali, merupakan bahasa universal yang dapat menyatukan perbedaan. Lokakarya ini menjadi wujud nyata diplomasi budaya yang menunjukkan bahwa seni Indonesia mampu menginspirasi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dari bidang pertanian dan teknologi,” kata dia melalui rilis pers, Selasa.
Pada sesi pertama, peserta diajak mengenal gamelan Jawa. Mereka belajar memainkan instrumen tradisional seperti saron, bonang, hingga gong di bawah bimbingan Dr. Ari Prasetyo. Tak hanya teknik menabuh, para mahasiswa juga diperkenalkan pada filosofi harmoni dan keseimbangan yang menjadi ruh musik gamelan.
Suasana kemudian berubah lebih dinamis saat sesi kedua dimulai. Para mahasiswa Jepang belajar Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat dari Bali. Dipandu penari profesional, mereka mempraktikkan gerakan dasar seperti ngelo, agem, hingga seledet atau gerakan mata khas tari Bali.
Meski awalnya terlihat kaku, proses belajar berlangsung penuh tawa dan semangat ketika peserta mencoba menirukan gerakan anggun para penari. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa.
“Saya seorang mahasiswa teknik, tetapi hari ini saya belajar bahwa ketepatan dan kelembutan dapat berpadu indah dalam budaya Indonesia. Ini pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan saya,” kata salah satu peserta, Yuki Tanaka, melalui penerjemah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pertukaran budaya tahunan yang digagas Fakultas Teknik UI bersama Direktorat Kebudayaan UI dan TUAT. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi duta budaya yang membawa cerita dan keindahan Indonesia ke negara asal mereka.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pertunjukan kolaboratif singkat antara mahasiswa Jepang dan pengajar Indonesia, menjadi simbol harmonisasi dua budaya dalam satu panggung persahabatan.
Sumber: ANTARA