Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengembangkan konsep waduk, embung, dan situ yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau serta ruang publik bagi masyarakat.
Konsep tersebut membuat kawasan waduk tidak semata-mata difokuskan pada fungsi tampungan air, melainkan juga sebagai area interaksi sosial dan aktivitas warga.
"Wilayah waduk sebetulnya tidak seluruhnya adalah tampungan air, bisa juga menjadi ruang terbuka baik itu ruang terbuka hijau, juga ruang publik sebagai ruang interaksi masyarakat," kata Kepala Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Nelson dalam siniar bertema "Pemanfaatan Waduk untuk Pengendalian Banjir di Jakarta", Rabu.
Pengembangan waduk dilakukan dengan pendekatan solusi berbasis alam atau nature based solution, yaitu mengintegrasikan ekosistem alami dengan infrastruktur buatan agar lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Penerapannya dilakukan melalui penanaman vegetasi di sekitar waduk serta pembangunan taman yang bersifat multifungsi.
"Ada beberapa waduk kita sudah terbangun (dengan konsep NbS) walaupun belum sempurna. Misalnya, Waduk Brigif, Waduk Aseni, Waduk Lebak Bulus, Waduk Pondok Ranggon," kata Nelson.
Selain itu, sejumlah waduk yang masih dalam tahap pembangunan seperti Waduk Batu Bangkong, Waduk Bambu Hitam, Waduk Giri Kencana, dan Waduk Lapangan Merah juga dirancang dengan konsep serupa.
"Kawasan waduk atau embung tidak semata-mata menjadi hanya untuk pengendalian banjir atau air saja, tetapi juga sudah bisa menjadi ruang-ruang publik yang bisa diakses masyarakat sehingga menjadi ruang untuk berinteraksi jauh lebih baik dari mungkin era-era sebelumnya," jelas Nelson.
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, saat ini terdapat 147 waduk, situ, dan embung yang tersebar di lima wilayah administrasi. Jakarta Timur tercatat memiliki 61 lokasi, Jakarta Selatan 35 lokasi, Jakarta Utara 25 lokasi, Jakarta Barat 23 lokasi, dan Jakarta Pusat 3 lokasi.
Total luas waduk dan embung yang telah terbangun mencapai 437,67 hektare dengan kapasitas tampungan air sekitar 14.005.600 meter kubik.
Sumber: ANTARA