Produksi Beras Naik, Gudang Food Grade Ikut Kebanjiran Permintaan

waktu baca 2 menit

Kalau untuk beras, tentu dampaknya adalah bertambahnya permintaan untuk pergudangan yang spesifikasinya food grade. Karena memang ada gudang-gudang yang spesifikasinya harus food grade,

Jakarta (KABARIN) - Knight Frank Indonesia menilai meningkatnya produksi beras nasional membawa dampak positif bagi sektor pergudangan, terutama gudang dengan spesifikasi food grade yang dibutuhkan untuk penyimpanan pangan.

Direktur Knight Frank Indonesia Sindiani Surya Adinata mengatakan, lonjakan produksi beras secara langsung mendorong kebutuhan ruang penyimpanan yang sesuai standar keamanan pangan.

"Kalau untuk beras, tentu dampaknya adalah bertambahnya permintaan untuk pergudangan yang spesifikasinya food grade. Karena memang ada gudang-gudang yang spesifikasinya harus food grade," ujar Direktur Knight Frank Indonesia Sindiani Surya Adinata dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pasar pergudangan saat ini menawarkan berbagai jenis fasilitas dengan spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan industri.

"Kami menanggapi positif dengan bertambahnya lumbung-lumbung padi," katanya.

Lonjakan kebutuhan gudang ini sejalan dengan meningkatnya produksi beras nasional yang diproyeksikan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahkan telah meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah anggaran bagi Perum Bulog agar dapat menyewa lebih banyak gudang penyimpanan.

Permintaan tersebut dinilai penting mengingat cadangan beras Indonesia diperkirakan bisa mencapai 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan, angka yang melampaui kapasitas gudang milik Bulog saat ini.

Pemerintah sendiri menargetkan penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar empat juta ton pada 2026 melalui kolaborasi lintas lembaga bersama Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional.

Amran mengatakan, pihaknya telah menggelar Rapat Serap Gabah 2026 bersama Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta jajaran Kementerian Pertanian untuk menyepakati target penyerapan gabah setara beras 4 juta ton sepanjang tahun depan.

Ia menilai pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, Bulog, hingga petani agar rantai produksi, penyerapan, dan pengelolaan beras berjalan optimal.

Jika target empat juta ton berhasil direalisasikan, Amran optimistis Indonesia berpotensi mencatat sejarah baru dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Optimisme ini didukung rencana peningkatan luas tanam sekitar 500.000 hektare pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan luas tanam tersebut diyakini mampu mendorong produksi beras nasional selama tidak terjadi bencana alam besar atau gangguan signifikan yang menghambat proses tanam dan panen.

Amran juga menyampaikan keyakinannya bahwa target penyerapan dapat tercapai, seraya memuji solidnya kinerja direksi Bulog dalam menjalankan mandat strategis menjaga cadangan beras pemerintah.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka