Warga China Tewas di Iran Saat Serangan AS-Israel

waktu baca 2 menit

Beijing (KABARIN) - Pemerintah China mengonfirmasi satu warganya meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran sementara lebih dari 3.000 warga China berhasil dievakuasi dari kawasan konflik.

"Pemerintah China berduka atas seorang warga negara kami yang kehilangan nyawa ketika terjebak dalam konflik militer di Teheran. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (2/3).

Mao menambahkan bahwa Kedutaan Besar China di Iran telah diarahkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak serta keluarga mereka.

Sejak kondisi keamanan di Iran makin memburuk, Kemlu China dan misi diplomatiknya meminta semua warganya segera mengungsi dari negara tersebut.

Hingga Senin, lebih dari 3.000 warga China telah meninggalkan Iran melalui jalur darat maupun jalur lain yang disiapkan pemerintah.

"Misi diplomatik China di negara-negara tetangga Iran telah mengirimkan kelompok kerja untuk menerima dan membantu warga negara China yang dievakuasi ke perbatasan," jelas Mao.

Mengingat situasi yang kritis, Mao kembali mengingatkan warga China di Iran untuk mengambil langkah pencegahan ekstra dan meninggalkan negara itu sesegera mungkin.

Kemlu China menyiapkan beberapa jalur evakuasi, termasuk melalui Azerbaijan, Armenia, Turkiye, dan Irak.

Mengenai serangan AS-Israel, Mao menyatakan pemerintah China tidak diberi informasi sebelumnya terkait aksi militer tersebut.

Serangan yang terjadi pada Sabtu lalu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer. Laporan Bulan Sabit Merah Iran menyebut sedikitnya 555 orang tewas di negara itu.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta target AS di sejumlah negara Teluk. Tiga personel militer AS juga dilaporkan tewas.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka