Meski Alami Efek Samping Ringan, Pasien TBC Tetap Harus Minum Obat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis paru dari RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso, dr. Titi Sundari, mengingatkan pasien Tuberkulosis (TBC) agar tetap melanjutkan konsumsi obat meskipun muncul efek samping ringan seperti mual, muntah, atau keluhan lain selama pengobatan.

Menurut Titi, menghentikan obat secara sepihak justru bisa berbahaya. Pasalnya, terapi TBC harus dijalani secara konsisten agar kuman penyebab penyakit tidak menjadi kebal terhadap obat.

"Apabila ada keluhan atau ada muncul efek samping obat, tolong jangan langsung dihentikan ya, apalagi kemudian terus tidak mau minum obat lagi. Ingat bahwa tidak semua efek samping itu termasuk berat," kata Titi dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, efek samping ringan sebenarnya cukup umum dialami pasien selama menjalani terapi TBC. Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain nyeri sendi, kesemutan, mual, hingga rasa gatal.

Kalau kamu mengalami gejala tersebut, langkah terbaik bukan berhenti minum obat, melainkan segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, tenaga medis bisa membantu mengatasi keluhan tanpa mengganggu proses pengobatan utama.

Titi juga mengingatkan bahwa efek samping yang terlihat lebih serius, misalnya muncul ruam pada kulit, perlu diperiksa lebih lanjut. Dokter akan memastikan apakah reaksi tersebut benar berasal dari obat TBC atau justru dipicu faktor lain seperti makanan maupun kondisi kesehatan tertentu.

Soal waktu minum obat, Titi menyarankan pasien bisa mengonsumsinya pada malam hari sebelum tidur. Cara ini dinilai membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang sering dikeluhkan pasien.

"Pola minumnya menjadi malam hari sebelum tidur, orang sudah mengantuk, sudah tidak terasa apa-apa. Nah demikian tidak kan mengeluh mual lagi," kata dia.

Meski begitu, pasien tetap perlu waspada terhadap tanda bahaya. Jika mual terasa berat, muntah terus-menerus, atau muncul gejala seperti mata menguning, kamu disarankan segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pemeriksaan lanjutan penting dilakukan untuk memastikan kondisi tubuh, terutama fungsi organ, tetap aman selama menjalani terapi TBC yang umumnya berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang.

Baca juga: Pasien TBC Disarankan Konsumsi Obat Secara Konsisten

Baca juga: Lucky Widja Element Sempat Didiagnosis TBC Ginjal Sebelum Meninggal

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka