Harga Emas Diproyeksi Terus Naik di Tengah Memanasnya Konflik Global

waktu baca 3 menit

sekarang ini kita bisa melihat bahwa harganya sedang naik, dan kemungkinan akan terus naik selama perang itu masih ada

Jakarta (KABARIN) - PT Aneka Tambang Tbk atau Antam memperkirakan harga emas dunia masih punya peluang untuk terus menguat. Kondisi geopolitik yang makin panas terutama di kawasan Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor pendorongnya.

Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Danandi Haryanto menjelaskan bahwa dalam situasi penuh ketidakpastian, emas biasanya jadi pilihan utama investor. Logam mulia dianggap lebih aman saat kondisi global tidak stabil.

Menurut dia, konflik dan perang memang sejak dulu berdampak pada pergerakan harga komoditas. Ketika situasi memanas, banyak orang memilih memindahkan asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas.

“Karena itu memang sekarang ini kita bisa melihat bahwa harganya sedang naik, dan kemungkinan akan terus naik selama perang itu masih ada, karena bagaimanapun namanya perang itu pasti akan mempengaruhi harga-harga komoditas,” katanya.

Meski begitu, Wisnu belum bisa memastikan seberapa besar dampak konflik global terhadap harga emas di pasar domestik dalam waktu mendatang.

Dari sisi operasional, Antam memastikan produksi tetap berjalan optimal. Perusahaan juga fokus memaksimalkan pasokan bahan baku dari dalam negeri agar kebutuhan emas nasional tetap terpenuhi.

“Karena kita selalu mencari dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di dalam negeri,” ujarnya.

Permintaan emas yang meningkat juga membuat perusahaan berupaya menambah kapasitas produksi. Antam ingin memastikan stok selalu tersedia bagi masyarakat yang ingin membeli.

"Kami saat ini memang dalam proses untuk memastikan bahwa produksi bisa selalu ditingkatkan, bahan baku bisa segera kita dapatkan lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa nanti setiap saat ada konsumen yang mau membeli emas, emas itu ada. Itu yang kita saat ini coba lakukan,” katanya.

Terkait layanan emas digital melalui Brangkas Logam Mulia, Wisnu menegaskan setiap transaksi dilakukan dengan skema satu banding satu. Artinya setiap pembelian akan didukung oleh emas fisik dalam jumlah yang sama.

“Apapun yang konsumen beli di brangkas itu kita selalu menyiapkan," ujarnya.

Ia menambahkan skema tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan konsumen.

“Itu caranya kita bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa emas mereka aman jika disimpan di Antam. Karena kita selalu satu banding satu,” katanya.

Situasi global sendiri memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk di Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC bahkan menyebut telah meluncurkan gelombang kesembilan Operasi True Promise 4.

"Gelombang kesembilan Operasi True Promise 4 telah dimulai terhadap target-target di seluruh wilayah pendudukan dan target-target AS di Timur Tengah," kata IRGC seperti dikutip IRIB.

IRGC juga mengklaim sistem pertahanan rudal THAAD berhasil dihancurkan dalam serangan di Al Dhannah Uni Emirat Arab.

Dengan kondisi yang masih belum mereda, emas diperkirakan tetap menjadi primadona investasi dalam waktu dekat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka