Pekanbaru, (KABARIN) - Sejumlah daerah di Provinsi Riau mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini menyusul meningkatnya jumlah titik panas dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca kering yang melanda wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat saat ini sudah ada lima kabupaten/kota yang resmi menetapkan status siaga darurat karhutla.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan lima daerah tersebut adalah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Siak, dan Kampar.
“Sudah lima daerah di Riau yang menetapkan status siaga darurat karhutla, yakni Pelalawan, Inhil, Bengkalis, Siak, dan Kampar,” katanya di Pekanbaru, Kamis.
Dengan status siaga darurat tersebut, pemerintah daerah diminta segera melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah kebakaran meluas.
Salah satu langkah awal yang harus dilakukan adalah menggelar apel siaga karhutla yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait di daerah masing-masing.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan deteksi dini dan patroli di wilayah rawan kebakaran. Pemeriksaan titik panas harus dilakukan secara rutin agar titik api bisa segera ditangani sebelum membesar.
Petugas di lapangan juga diminta bergerak cepat jika menemukan titik api, sehingga kebakaran bisa langsung dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih besar.
Tak hanya itu, sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Pemerintah daerah diminta aktif mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut bisa disampaikan langsung kepada masyarakat maupun melalui camat, kepala desa, hingga lurah di masing-masing wilayah.
"Menyiagakan seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan dan perlengkapan karhutla serta menyediakan anggaran operasional pencegahan dan pemadaman karhutla, serta meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan dan melakukan upaya pembasahan di lahan rawan karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD Riau juga mencatat bahwa sejak awal tahun ini kebakaran hutan dan lahan sudah terjadi di 11 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Total luas lahan yang terdampak karhutla mencapai sekitar 1.041,74 hektare.
Sebelas daerah yang tercatat mengalami karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai, serta Pekanbaru.
Melihat kondisi ini, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait diminta terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan agar potensi kebakaran hutan dan lahan bisa ditekan sejak dini.
Sumber: ANTARA