Pemerintah Minta Warga Tetap Tenang Soal Stok Bahan Pokok Jelang Lebaran

waktu baca 2 menit

Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi,

Tanjungpinang (KABARIN) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan masyarakat agar tidak terburu buru membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar menjelang Idul Fitri. Ia menilai aksi panic buying justru bisa memicu gangguan pada distribusi barang di pasaran.

Menurut Tito pemerintah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman hingga momen Lebaran. Stok beras nasional saat ini disebut mencapai sekitar empat juta ton. Selain itu pasokan bahan bakar minyak juga dinilai cukup dan harga berbagai kebutuhan masih relatif stabil.

"Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok," katanya usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se Indonesia di Tanjungpinang.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang tercatat sekitar 4,7 persen. Menurutnya angka tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena dipengaruhi perubahan metode perhitungan harga listrik.

"Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Tito meminta para kepala daerah segera melakukan rapat koordinasi di wilayah masing masing. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan pangan dan energi tetap terjaga menjelang Lebaran.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dengan para distributor maupun pelaku usaha agar distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar.

"Kepala daerah segera rapat dan berkoordinasi bersama distributor serta pengusaha terkait kesiapan pasokan pangan," ujar Tito.

Selain soal bahan pokok pemerintah juga menaruh perhatian pada pengamanan tempat wisata serta pengaturan arus mudik. Menurutnya koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar mobilitas masyarakat selama libur Lebaran bisa berjalan aman.

"Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan untuk masyarakat pada saat arus mudik maupun di lokasi-lokasi wisata," katanya.

Tito juga meminta seluruh kepala daerah tetap berada di wilayah tugas masing masing mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026. Kehadiran langsung para pemimpin daerah dianggap penting untuk memantau situasi di lapangan sekaligus menjaga stabilitas harga serta keamanan selama masa perayaan hari besar keagamaan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka