Oto

Pakar Ingatkan Pemudik Agar Tak Asal Pakai Roof Box, Ini Alasannya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pakar dan instruktur senior keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana memperingatkan bahwa masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik disarankan untuk tidak membawa barang terlalu banyak, sehingga penggunaan roof box dapat dihindarkan.

Roof box jangan jadi ikut-ikutan deh, karena itu sebenarnya ruang tambahan jika di bagasi tidak muat. Kita asumsikan mudik itu bukan seperti pindahan, jadi bawa barang secukupnya aja,” kata Sony Susmana kepada saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dia melanjutkan, jika memang pemudik membutuhkan roof box sebagai komponen tambahan untuk memuat barang bawaan. Sony menyarankan untuk mengisinya dengan barang-barang yang ringan.

Hal ini jelas bukan tanpa alasan atau hanya sebatas imbauan saja. Memuat barang dengan jumlah yang berlebih dan berat, membuat kendaraan menjadi lebih mudah tergelincir pada saat menikung.

“Kalau memang kebutuhannya harus ada roof box, isi dengan barang-barang yang ringan supaya tidak mengganggu keseimbangan kendaraan. Konsekwensi lainnya kecepatan kendaraan dibatasi tidak lebih dari 80km per jam terutama di jalan tol yang banyak angin atau di jalan provinsi yang banyak ranting,” ujar dia.

Penggunaan roof box pada kendaraan, tidak hanya memberikan bahaya yang berlebih. Konsumsi bahan bakar juga akan semakin meningkat. Tidak hanya itu, penggunaan roof box juga mengubah aerodinamika kendaraan.

Dengan begitu, hambatan angin menjadi meningkat dan membuat kendaraan menjadi lebih kerja keras untuk melawannya.

Ketika mesin kendaraan bekerja lebih keras dari pada biasanya, konsumsi bahan bakar menjadi meningkat sekitar 5 sampai 15 persen.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka