Jakarta (KABARIN) - Masalah yang paling sering dihadapi pemilik kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) bekas menurut analisis data permintaan garansi perbaikan mobil tidak berkenaan dengan kesehatan dan masa pakai baterai tegangan tinggi.
Publikasi CarsCoops pada Minggu (12/7) mengutip analisis data permintaan perbaikan mobil dari perusahaan penyedia garansi mobil bekas di Inggris, Warrantywise, yang menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi pemilik mobil listrik sebagian besar sama dengan yang dihadapi pemilik mobil konvensional.
Menurut analisis data klaim garansi perbaikan mobil Warrantywise, masalah kelistrikan, keausan suspensi, dan masalah baterai 12 volt sederhana jauh lebih sering terjadi daripada kegagalan yang melibatkan paket baterai tegangan tinggi.
Masalah yang paling sering terjadi adalah kerusakan listrik umum, termasuk sensor dan sistem penguncian sentral, dengan klaim biaya perbaikan rata-rata 810 sampai 900 pound sterling atau sekira Rp19 juta sampai Rp21 juta saat ini.
Komponen suspensi, khususnya lengan ayun, juga menjadi perhatian utama. Klaim biaya penanganan masalah komponen suspensi menurut data Warrantywise melebihi 1.200 pound sterling atau sekitar Rp29 juta.
Ini menunjukkan bahwa bahkan tanpa mesin atau transmisi, EV masih memiliki banyak perangkat keras konvensional yang aus seiring waktu dan bobot yang lebih berat membuat peluang suspensi mengalami kerusakan lebih besar pada EV.
Satu-satunya komponen spesifik EV yang masuk dalam daftar lima besar klaim garansi perbaikan mobil bekas adalah pengisi daya onboard, yang permintaan biaya perbaikannya bisa sampai 2.160 pound sterling atau sekira Rp52 juta.
Baterai traksi tegangan tinggi yang dikhawatirkan banyak orang tidak masuk dalam daftar lima besar, tapi tidak berarti kegagalan baterai tidak pernah terjadi.
Masalah terkait baterai tegangan tinggi berdasarkan data garansi jarang terjadi, kemungkinan besar karena baterai EV lebih kuat dari perkiraan banyak orang dan garansi pabriknya yang lebih lama daripada bagian mobil lainnya.
Ketika masalah terkait paket baterai tegangan tinggi terjadi, klaim biaya perbaikan yang diajukan rata-rata lebih dari 6.400 pound sterling atau kurang lebih Rp155 juta.
Seperti halnya data garansi yang lain, hasil analisis data Warrantywise hanya mencerminkan kendaraan yang tercakup dalam polis tersebut, bukan setiap EV di jalan.
Sumber: Carscoops