Hong Kong (KABARIN) - Perusahaan teknologi Lenovo menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan kualitas siaran sepak bola di Piala Dunia 2026. Inovasi tersebut berupa teknologi AI Stabilizer yang dirancang khusus untuk menstabilkan gambar dari kamera wasit atau RefCam secara langsung saat pertandingan berlangsung.
Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu, menjelaskan bahwa teknologi ini dikembangkan setelah pihaknya menemukan tantangan besar pada penggunaan RefCam sebelumnya.
"Cerita di balik kemitraan dengan FIFA ini adalah ketika kami pertama kali meluncurkan RefCam pada tahun 2025. Perangkat ini tidak berfungsi dengan baik untuk siaran," ujar Art Hu dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa.
Menurut Art Hu, RefCam sempat diuji coba pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Meskipun teknologi tersebut mendapatkan respons positif dari penggemar dan penyiar, kualitas gambar yang dihasilkan masih belum maksimal.
Hal itu terjadi karena kamera yang terpasang pada tubuh wasit terus bergerak mengikuti aktivitas mereka di lapangan. Wasit harus berlari, berputar, dan berpindah posisi dengan cepat selama pertandingan, sehingga gambar yang dihasilkan sering kali tidak stabil.
Ia menilai justru dinamika gerakan inilah yang membuat sepak bola terasa hidup dan realistis bagi penonton. Namun di sisi lain, hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan kualitas siaran yang nyaman ditonton.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lenovo bersama FIFA kemudian mengembangkan teknologi AI Stabilizer yang mampu memperbaiki dan menstabilkan gambar secara langsung menggunakan kecerdasan buatan.
"Fitur ini menggabungkan teknologi AI terbaru, yang sejalan dengan cara FIFA mengembangkan permainan. Ini bukan hanya teknologi, tetapi sebenarnya membantu memajukan sepak bola," tegas Art Hu.
Sementara itu, Chief Business Officer FIFA Romy Gai mengatakan bahwa RefCam tidak hanya sekadar menambah variasi sudut pandang dalam siaran pertandingan.
Menurutnya, teknologi ini juga memiliki tujuan edukatif, yaitu memperlihatkan kepada publik betapa kompleks dan beratnya tugas seorang wasit di lapangan.
"Ini mungkin menunjukkan kompleksitas tugas seorang wasit. Seberapa cepat permainan berlangsung, di mana mereka harus berada, selalu pada waktu yang tepat, pada saat yang tepat, mampu menjadi bagian dari permainan," ujar Romy Gai.
Romy menjelaskan bahwa FIFA bahkan menyebut wasit sebagai “tim pertama” dalam sebuah pertandingan, karena mereka berperan penting dalam memastikan jalannya laga berlangsung adil dan sesuai aturan.
Dengan adanya teknologi AI Stabilizer pada RefCam, kualitas gambar dari sudut pandang wasit kini dapat ditampilkan lebih stabil dan nyaman ditonton oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif sekaligus membuat penonton memahami betapa cepatnya ritme permainan di lapangan.
Lebih lanjut, FIFA berencana menggunakan teknologi ini secara lebih luas di berbagai turnamen internasional.
Setelah pertama kali diperkenalkan di Piala Dunia Antarklub, RefCam dengan teknologi AI Stabilizer akan kembali digunakan pada Piala Dunia pria 2026. Teknologi tersebut juga direncanakan hadir pada ajang Piala Dunia Wanita pada musim panas berikutnya.
"Kami ingin menerapkannya semaksimal mungkin karena hasilnya sangat menarik. Ini merupakan tambahan yang baik untuk kualitas siaran, dan dengan demikian menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk lebih menikmati siaran," kata Romy.
Baca juga: FIFA Gandeng Lenovo Jadi Mitra Teknologi Pertama Piala Dunia 2026
Baca juga: Lenovo Sebut Hybrid AI Jadi Standar Baru Dunia Bisnis
Sumber: ANTARA