Jakarta (KABARIN) - Pelatih Rajawali Medan Efri Meldi menilai awal permainan yang goyah jadi alasan timnya kalah telak 60-91 dari Pelita Jaya Jakarta di Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di GMSB, Jakarta, Rabu malam.
Menurut Meldi, dua kuarter pertama benar-benar jadi momok bagi timnya karena pertahanan yang amburadul dan koordinasi antar pemain yang belum nyambung.
"Saat kuarter pertama dan kedua, kami sangat jelek. Terutama di pertahanan, baik one-on-one defense maupun team defense," kata Meldi usai pertandingan.
Kondisi ini bikin tuan rumah gampang mencetak poin dan mengatur ritme permainan Rajawali. Komunikasi di lapangan juga belum lancar sehingga skuad David Singleton bisa memanfaatkan banyak celah.
Meski begitu, Meldi tetap apresiasi semangat bangkit para pemain di paruh kedua. Rajawali mulai rapih dalam menyerang dan memperketat pertahanan. Bahkan di kuarter keempat, mereka bisa mencetak poin lebih banyak dibanding Pelita Jaya.
"Jadi saya cuma menyesali dua kuarter awal saja," ungkap Meldi.
Point guard Rajawali Medan Samuel Devin Susanto menambahkan, timnya tak mau terlalu lama tenggelam dalam kekecewaan.
"Kalau dari saya pribadi, tentu akan fokus membenahi diri untuk laga berikutnya, jadi memperbaiki apa yang perlu untuk kebutuhan tim," ujar Samuel.
Kemenangan ini bikin Pelita Jaya Jakarta makin kokoh di puncak klasemen dengan rekor 12-0, total 24 poin, jadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan kesembilan IBL GoPay 2026. Rajawali Medan sendiri ada di posisi keenam dengan 18 poin dan rekor 5-8.
Pelita Jaya bakal main lagi Jumat menghadapi Pacific Caesar Surabaya, sementara Rajawali Medan akan bertandang ke Bogor Hornbills pada Sabtu di GOR Laga Tangkas, Bogor, Jawa Barat.
Sumber: ANTARA