DKI Bakal Evaluasi Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa tarif untuk rute baru Transjabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta akan dievaluasi setelah tiga bulan beroperasi.

Saat ini, tarif untuk rute tersebut masih sama dengan rute lain, yaitu Rp2.000 dari pukul 05.00 sampai 07.00 WIB dan Rp3.500 untuk perjalanan di atas pukul 07.00 WIB.

“Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama 3 bulan ini. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi,” kata Pramono di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis.

Keputusan ini diambil karena beban subsidi yang harus ditanggung Pemprov Jakarta untuk rute ini cukup besar.

Pemerintah DKI menargetkan kisaran tarif ke depan sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000, tapi Pramono menegaskan keputusan final akan diambil setelah rute ini berjalan selama tiga bulan.

“(Alasannya) pertama karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” jelas Pramono.

Meski begitu, Pramono yakin rute ini tetap akan diminati masyarakat, terutama bagi yang ingin bepergian ke Bandara Soekarno Hatta.

“Dibandingkan Damri yang Rp80.000 maupun taksi yang Rp200.000 lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp125.000, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek,” katanya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka