Jakarta (KABARIN) - Pelatih Persijap Jepara Mario Lemos mengungkapkan penyebab timnya gagal mengalahkan tuan rumah PSIM Yogyakarta setelah kedua tim bermain imbang 2-2 dalam laga pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu.
“Ini adalah pertandingan yang bagus. Kita mulai laga dengan bagus lewat gol cepat. Tapi memang kemudian kita kehilangan kontrol permainan di babak pertama. Di babak kedua kita ada beberapa pergantian dan berhasil kembali ambil permainan,” kata Lemos, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.
Borja Martinez membawa Persijap memimpin cepat pada menit ketiga, namun gol itu malah membangkitkan permainan PSIM yang membalas dua gol melalui Ezequiel Vidal (16') dan Ze Valente (37').
Arah permainan berubah di babak kedua dimana Persijap lebih mengambil alih. Mereka yang bermain apik berhasil menyamakan kedudukan melalui Iker Guarrotxena (64').
Gol penyama kedudukan ini membuat Persijap semakin bermain percaya diri, dimana mereka berbalik unggul pada menit ke-77 lewat gol Martinez. Sayangnya gol ini dianulir Video Assistant Referee (VAR) karena ada salah satu penggawa Persijap yang offside.
Setelah gol dianulir, tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini kehilangan kontrol permainan karena diambil alih oleh tim tuan rumah, meski pada akhirnya tak ada gol yang tercipta untuk kedua tim.
Meski hanya mampu mencatat satu poin, Lemos tetap memberikan apresiasi untuk perjuangan anak asuhannya. Menurutnya, perjuangan dan kerja keras yang sudah ditunjukkan oleh para pemainnya adalah layak untuk mendapatkan acungan jempol.
Adapun, hasil imbang ini juga memperpanjang hasil cukup positif Persijap karena tak terkalahkan dalam empat laga terakhirnya.
“Kita tahu ini adalah laga yang sulit. Kita apresiasi para pemain yang sudah kerja keras pada pertandingan,” ucap Lemos, pelatih asal Portugal tersebut.
Tambahan satu poin membuat Persijap kini mengoleksi 21 poin dan perlahan mulai menjauhi zona merah. Saat ini Carlos Franca dkk berada di peringkat ke-14, satu poin di atas zona degradasi.
Sumber: ANTARA