kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,74 poin atau 0,36 persen ke posisi 748,45
Jakarta (KABARIN) - Pergerakan pasar saham Indonesia memulai perdagangan Jumat pagi dengan nada negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat dibuka melemah.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG turun 23,30 poin atau sekitar 0,32 persen sehingga berada di level 7.338,82. Pelemahan ini menunjukkan pasar saham masih bergerak hati-hati di awal perdagangan hari terakhir pekan ini.
Penurunan tidak hanya terjadi pada IHSG. Kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga ikut bergerak turun.
Indeks yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi tersebut tercatat melemah 2,74 poin atau sekitar 0,36 persen ke posisi 748,45.
Pergerakan ini menandakan bahwa tekanan jual masih terasa di sejumlah saham berkapitalisasi besar pada pembukaan perdagangan. Biasanya, indeks LQ45 sering dijadikan acuan untuk melihat sentimen pasar terhadap saham-saham unggulan di BEI.
Meski begitu, pergerakan IHSG masih berpotensi berubah sepanjang sesi perdagangan. Aktivitas jual beli saham dari investor domestik maupun asing bisa mempengaruhi arah indeks hingga penutupan pasar nanti.
Bagi pelaku pasar, kondisi pembukaan yang melemah seperti ini biasanya menjadi momen untuk mencermati pergerakan saham-saham potensial. Tidak sedikit investor yang memanfaatkan momentum koreksi untuk melakukan strategi akumulasi pada saham yang dinilai memiliki fundamental kuat.
Dengan posisi IHSG yang masih berada di kisaran level 7.300-an, pasar saham Indonesia tetap berada dalam fase pergerakan yang dinamis. Perkembangan sentimen global, kondisi ekonomi domestik, hingga pergerakan nilai tukar rupiah akan terus menjadi faktor yang memengaruhi arah pasar sepanjang hari ini.
Sumber: ANTARA