Jakarta (KABARIN) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (Mendes PDT) optimistis Program Makan Bergizi Gratis atau MBG punya peluang besar buat ningkatin kualitas hidup warga desa.
"Insya Allah, kegiatan MBG ini juga punya potensi yang besar untuk menaikkan taraf hidup masyarakat desa," kata Mendes PDT Yandri dikutip di Jakarta, Selasa.
Pernyataan itu ia sampaikan saat ngobrol santai dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jakarta pada Senin malam.
Menurut Mendes PDT Yandri, MBG bisa bikin hidup warga desa lebih baik karena program ini nggak cuma kasih makanan bergizi tapi juga bikin produktivitas dan ekonomi desa naik lewat konsep desa tematik yang jadi penyuplai bahan makanan MBG.
Desa tematik sendiri dibuat untuk memaksimalkan potensi lokal masing-masing desa. Misalnya desa yang punya potensi ikan nila akan dikembangkan jadi desa penghasil ikan nila. Contohnya, ada desa ayam petelur, desa jagung, desa ikan lele, ikan nila, sampai desa ayam pedaging yang muncul lewat program ketahanan pangan dengan alokasi 20 persen dana desa pada tahun 2025.
"Efek positif dari MBG ini sangat besar," tambah mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Selain meningkatkan ekonomi, MBG juga membantu atasi masalah kurang gizi di desa. Banyak warga yang merasa terbantu karena sebelumnya jarang konsumsi telur, ayam, atau makanan bergizi lainnya. Mendes PDT Yandri menekankan permintaan menghentikan MBG itu keliru dan seharusnya program ini justru didukung.
"Banyak warga desa itu memang secara gizi belum layak. Mereka jarang makan telur, jarang makan ayam, jarang makan (makanan dengan) gizi yang diperlukan, asupannya kurang. Nah, dengan adanya MBG ini mereka sangat berterima kasih. Jadi, keliru kalau (ada) para pihak meminta MBG itu dihentikan, justru ini mesti kita dukung," ujarnya.
Sumber: ANTARA