Washington (KABARIN) - Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan yang menyasar ladang minyak dan gas di Iran.
Ia menegaskan sudah memberikan peringatan langsung kepada Netanyahu terkait hal tersebut. "Ya, saya telah memperingatkannya (Netanyahu) agar tidak melakukan hal itu, dan ia tidak akan melakukannya, kata Trump kepada wartawan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyebut hubungannya dengan pemimpin Israel itu masih berjalan baik tanpa adanya ketegangan.
Sebelumnya, laporan dari kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa Israel bersama Amerika Serikat telah melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas energi di Iran, termasuk di ladang gas South Pars yang merupakan salah satu yang terbesar di negara tersebut, serta kawasan industri Asaluyeh yang menjadi pusat pengolahan gas. Serangan itu dilaporkan memicu kebakaran setelah beberapa fasilitas dan tangki penyimpanan terkena dampak.
Trump pada hari yang sama juga menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak mengetahui rencana serangan yang dilakukan oleh Israel tersebut.
Ketegangan antara pihak pihak terkait meningkat sejak rangkaian serangan yang dimulai pada akhir Februari. Serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel disebut telah menimbulkan kerusakan besar serta korban sipil, dan memicu balasan dari Iran yang turut menyasar wilayah Israel serta beberapa target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, langkah serangan tersebut disebut sebagai upaya pencegahan terhadap ancaman yang dikaitkan dengan program nuklir Iran. Namun, sejumlah pihak juga menilai ada dorongan yang lebih luas terkait perubahan situasi politik di Iran.
Sumber: SPU