Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan ke fasilitas energi milik Iran. Ia memberi jeda selama 10 hari dan mengklaim komunikasi antara kedua pihak saat ini berjalan positif.
Trump menyampaikan keputusan itu lewat akun media sosialnya. Ia mengatakan penundaan dilakukan atas permintaan dari pemerintah Iran dan akan berlaku sampai awal April.
"Atas permintaan Pemerintah Iran, harap pernyataan ini menjadi representasi bahwa saya menangguhkan periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 Hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 Eastern Time," ujar Trump.
Menurutnya, proses komunikasi yang sedang berlangsung menunjukkan perkembangan yang baik, meski ia menyebut ada informasi yang tidak akurat beredar di media.
Di sisi lain, jalur komunikasi antara Washington dan Teheran disebut tidak dilakukan secara langsung. Mohammad Ishaq Dar mengungkap bahwa pesan dari kedua negara disampaikan lewat Pakistan sebagai perantara.
Sementara itu, Seyed Abbas Araghchi mengatakan pertukaran pesan memang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun ia menegaskan Iran tidak melakukan negosiasi langsung dengan Amerika sejak serangan besar yang dimulai akhir Februari.
Sebelumnya, Trump sempat memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu singkat. Ia juga memperingatkan kemungkinan serangan ke infrastruktur energi jika permintaan itu tidak dipenuhi.
Pihak Teheran merespons dengan sinyal siap membalas jika serangan benar terjadi.
Beberapa hari sebelum keputusan terbaru ini, Trump sebenarnya sudah lebih dulu menunda aksi militer selama lima hari. Ia menyebut langkah itu diambil setelah adanya pembicaraan yang dianggap produktif, meski pihak Iran sempat membantah adanya kontak langsung.
Sumber: Xinhua