AS Pertimbangkan Tambahan 10.000 Pasukan Darat di Tengah Konflik dengan Iran

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah menimbang opsi menambah kekuatan militer di Timur Tengah seiring memanasnya konflik dengan Iran. Rencana ini masih dalam tahap kajian oleh pihak pertahanan.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat disebut sedang menyusun berbagai skenario, termasuk kemungkinan mengirim hingga 10.000 tentara darat tambahan ke kawasan tersebut. Langkah ini disiapkan untuk memberi lebih banyak pilihan strategi bagi pemerintah.

Pasukan yang dipertimbangkan bukan hanya infanteri, tetapi juga dilengkapi kendaraan tempur lapis baja. Selain itu, ada sekitar 5.000 marinir dan ribuan pasukan penerjun payung yang sudah lebih dulu mendapat perintah siaga untuk dikirim ke Timur Tengah.

Meski begitu, belum ada kepastian lokasi penempatan pasukan tersebut. Sejumlah laporan menyebut area sekitar Iran hingga Pulau Kharg menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Rencana ini muncul di tengah situasi yang cukup kompleks. Di satu sisi, peluang komunikasi damai dengan Iran masih terbuka. Namun di sisi lain, eskalasi militer terus meningkat sejak serangan besar yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Serangan tersebut menyasar sejumlah titik penting di Iran, termasuk wilayah ibu kota, dan memicu kerusakan serta korban jiwa dari warga sipil.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyebut operasi militer itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman nuklir Iran. Namun belakangan, muncul pernyataan yang mengarah pada keinginan perubahan kepemimpinan di negara tersebut.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka