BGN Pastikan Penyaluran MBG Disesuaikan dengan Kehadiran Siswa di Sekolah

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai kehadiran siswa di sekolah. Artinya, bantuan makanan hanya diberikan saat kegiatan belajar berlangsung dan otomatis berhenti ketika libur.

Penjelasan ini disampaikan untuk merespons wacana penghematan anggaran yang mengusulkan pengurangan hari distribusi makanan menjadi lima hari dalam sepekan. Usulan tersebut dinilai bisa menekan pengeluaran negara hingga puluhan triliun rupiah setiap tahun.

"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," katanya.

Dadan menegaskan fokus utama program pada 2026 bukan sekadar jumlah hari penyaluran, tetapi juga peningkatan kualitas makanan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan sistem distribusi dilakukan dengan mengirim makanan siap santap ke penerima manfaat berdasarkan data yang sudah terdaftar. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, penyaluran dilakukan melalui posyandu atau langsung ke rumah. Sementara siswa mendapatkannya di sekolah, termasuk santri di lingkungan pendidikan keagamaan.

Menurutnya, saat tidak ada kegiatan belajar seperti libur sekolah, penyaluran MBG juga ikut dihentikan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyebut rencana efisiensi program ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun jika hari penyaluran dikurangi.

“Kan biasanya seminggu (MBG) enam hari, dia (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp40 triliun setahun,” kata Purbaya.

Pemerintah melihat langkah efisiensi ini sebagai bagian dari strategi menjaga anggaran tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global yang masih dinamis.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka