Jakarta (KABARIN) - Tim Audi di ajang Formula 1 harus segera mencari sosok baru untuk mengisi posisi kepala tim setelah Jonathan Wheatley resmi meninggalkan proyek mereka, meski musim debut 2026 baru berjalan dua seri Grand Prix.
Untuk sementara, posisi tersebut akan diisi oleh Kepala Proyek Audi F1 Mattia Binotto yang bertindak sebagai pelaksana tugas sampai tim menemukan pengganti tetap.
Binotto menyebut keputusan Wheatley datang secara mendadak dan cukup mengejutkan seluruh tim.
"Keputusan ini sangat cepat, sangat tak terduga untuk seluruh tim. Ini benar-benar sesuatu yang tiba-tiba, perubahan mendadak," kata Mattia Binotto dikutip dari laman Formula 1, Sabtu.
Kepergian Wheatley sebenarnya sudah mulai terdengar sebelumnya karena ia sempat menjalin komunikasi dengan manajemen Audi. Namun, alasan utama pengunduran dirinya disebut bersifat pribadi dan tidak dapat dipublikasikan.
"Saya tidak berpikir ada banyak yang bisa kami katakan. Dia (Wheatley) telah berbicara kepada CEO kami, dewan tim, menyebutkan bahwa dia tidak bisa berkomitmen untuk jangka panjang untuk alasan pribadi yang tidak bisa kami sebutkan," ujar Binotto.
Meski kehilangan sosok penting, Binotto menegaskan tim harus tetap fokus dan segera beradaptasi dengan situasi baru. Ia menyebut Audi kini sedang menghadapi ujian awal yang cukup berat dalam proyek F1 mereka.
Sebelumnya, Binotto dan Wheatley menjalankan struktur kepemimpinan ganda di tim. Binotto bertanggung jawab atas pengembangan keseluruhan mobil termasuk sasis dan unit tenaga, sementara Wheatley mengatur operasional tim di lintasan balap.
Binotto tetap optimistis tim bisa terus berjalan solid meski terjadi perubahan di jajaran manajemen.
"Kami tahu persis apa yang diperlukan. Setiap individu dalam tim benar-benar berkomitmen dan fokus. Ini kerjasama tim. Ini bukan tentang individu. Ini kerjasama tim," ujar Binotto.
Saat ini Audi bersiap menghadapi seri berikutnya di Grand Prix Jepang yang digelar di Sirkuit Suzuka pada Minggu 29 Maret.
Sumber: ANTARA