G7 Desak Akses Selat Hormuz Dipulihkan di Tengah Ketegangan Iran

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Para menteri luar negeri negara-negara G7 menyerukan agar kebebasan pelayaran di Selat Hormuz segera dipulihkan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Mereka menilai jalur strategis pengiriman energi tersebut tidak boleh terhambat.

Dalam pernyataan bersama usai pertemuan di Vaux-de-Cernay, Prancis pada Jumat 27 Maret, G7 menegaskan pentingnya memastikan kembali akses navigasi yang aman dan tanpa hambatan sesuai aturan internasional dan resolusi PBB.

"Kami menegaskan kembali perlunya pemulihan permanen kebebasan navigasi yang aman dan bebas hambatan di Selat Hormuz yang sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 dan Hukum Laut," demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan di Kota Vaux-de-Cernay, Prancis.

Selain isu pelayaran, para diplomat G7 juga menyoroti meningkatnya kekerasan di kawasan dan meminta agar serangan terhadap warga sipil serta fasilitas publik segera dihentikan.

"Tidak ada pembenaran untuk penargetan sengaja terhadap warga sipil dalam situasi konflik bersenjata serta serangan terhadap fasilitas diplomatik," katanya.

Mereka juga menekankan perlunya mengurangi dampak konflik di Iran terhadap negara-negara sekitar, terutama yang berkaitan dengan keselamatan warga sipil dan infrastruktur penting. Koordinasi bantuan kemanusiaan juga disebut menjadi hal yang harus diprioritaskan.

"Kami fokus pada nilai kemitraan yang beragam, koordinasi, dan inisiatif pendukung, termasuk untuk meredakan guncangan ekonomi global seperti gangguan pada rantai pasokan ekonomi, energi, pupuk, dan komersial yang berimbas langsung terhadap warga negara kami," bunyi pernyataan tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan pada 28 Februari yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Situasi tersebut ikut memicu terganggunya aktivitas di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia dari kawasan Teluk Persia, sehingga berdampak pada pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka