Moskow (KABARIN) - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan risiko krisis pangan akibat konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada ekonomi global, dalam suratnya kepada anggota Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE), Ahad (29/3).
"Kita telah hidup dalam perang terbuka di Timur Tengah selama sebulan: lebih dari 2.000 orang tewas, empat juta orang terpaksa mengungsi, rantai pasokan terganggu, harga minyak dan gas meningkat tajam, serta krisis pangan membayangi," katanya.
Sanchez mengatakan lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasokan telah meningkatkan tekanan pada pasar global.
Spanyol sejak awal menentang perang tersebut, katanya, seraya mendesak agar perang itu segera dihentikan dan masyarakat dilindungi dari dampak ekonomi.
Pada Maret, harga energi melonjak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Lalu lintas melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman komoditas energi dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, menyumbang sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair di dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Sumber: SPU