Indonesia Kecam Serangan di Lebanon, Satu Personel TNI di UNIFIL Gugur

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia mengecam keras insiden serangan di Lebanon selatan yang menewaskan satu personel Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan bahwa personel tersebut gugur akibat tembakan artileri yang terjadi di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3) waktu setempat.

"Indonesia mengecam keras insiden yang terjadi dan mendesak investigasi yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu RI dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Selain korban jiwa, Kemlu juga mengonfirmasi bahwa tiga personel lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi di tengah konflik militer antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

Saat ini, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk memastikan jenazah personel yang gugur bisa segera dipulangkan ke Tanah Air. Sementara itu, korban yang terluka sedang mendapatkan perawatan medis terbaik.

“Kami menyampaikan penghormatan tertinggi kepada personel yang gugur atas dedikasi dan jasanya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata Kemlu RI.

Indonesia juga kembali menegaskan kecamannya terhadap serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan, serta menyerukan agar semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon dan menghentikan serangan terhadap warga sipil maupun infrastruktur sipil.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum internasional.

“Serangan apapun terhadap pasukan perdamaian tak dapat diterima dan merongrong upaya bersama menjaga perdamaian dan stabilitas,” ujar Kemlu RI.

Kemlu memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan PBB serta otoritas terkait.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.

Konflik semakin meluas hingga ke Lebanon setelah Hizbullah melancarkan serangan ke target militer Israel. Serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon dan melukai ribuan lainnya.

Bahkan, insiden di perbatasan Israel-Lebanon juga dilaporkan telah menelan korban dari kalangan pasukan UNIFIL dari berbagai negara.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka