DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang Penugasan TNI di Misi UNIFIL Lebanon

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB UNIFIL di Lebanon. Permintaan ini muncul setelah adanya insiden yang menewaskan satu prajurit TNI di wilayah tersebut.

Menurutnya, kondisi keamanan di Lebanon saat ini semakin tidak stabil akibat konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah. Situasi itu dinilai bisa mengancam keselamatan personel yang sedang bertugas di lapangan.

“Dengan kondisi yang semakin memanas akibat konflik antara Israel dan Hizbullah, prajurit TNI berpotensi menjadi target serangan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Oleh Soleh dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menilai eskalasi konflik yang terjadi perlu menjadi bahan pertimbangan serius agar tidak menimbulkan korban tambahan dari pihak Indonesia yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia.

Oleh juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan langkah konkret, termasuk opsi penarikan sementara pasukan jika situasi dinilai terlalu berisiko.

“Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama. Evaluasi penugasan hingga opsi penarikan sementara pasukan dalam misi UNIFIL perlu segera dipertimbangkan,” tuturnya.

Dalam pernyataannya, ia juga mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI saat bertugas di bawah bendera perdamaian PBB. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi yang tidak bisa dibenarkan.

Ia turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dari prajurit TNI tersebut dan menegaskan bahwa tugas dalam misi perdamaian merupakan bentuk pengabdian yang harus dihormati.

“Saya mengutuk keras serangan Israel yang telah menewaskan prajurit TNI. Ini adalah tragedi kemanusiaan dan pelanggaran terhadap semangat perdamaian dunia,” kata Oleh Soleh.

Sebelumnya, UNIFIL melaporkan bahwa salah satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian tewas setelah sebuah proyektil menghantam pos penjagaan di wilayah selatan Lebanon pada Minggu malam waktu setempat. Dalam kejadian itu, satu personel lain juga mengalami luka serius.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka