Trump Paparkan Kisah Hubungan AS-China Saat Bertemu Xi Jinping

waktu baca 3 menit

Beijing (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung panjangnya sejarah hubungan antara rakyat Amerika Serikat dan China saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Xi Jinping di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis.

Dalam sambutannya, Trump menyampaikan bahwa hubungan kedua negara telah terjalin sejak awal berdirinya Amerika Serikat.

"Hubungan antara rakyat Amerika dan rakyat China telah terjalin sejak masa awal berdirinya AS. Konsul Amerika pertama untuk China, Samuel Shaw, tiba dengan kapal dagang AS yang mencapai pesisir pada 1784. Para pedagang China punya sebutan bagi orang-orang Amerika yaitu 'orang-orang baru'," kata Presiden Trump di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis.

Jamuan tersebut digelar setelah rangkaian pertemuan kenegaraan, termasuk upacara penyambutan resmi, pertemuan bilateral, serta kunjungan ke Kuil Langit.

Trump menyebut bahwa dalam kurun waktu lebih dari dua abad, hubungan tersebut berkembang menjadi salah satu relasi paling berpengaruh di dunia.

"Sejak awal, warga kedua negara telah memiliki rasa saling menghormati. Salah satu Bapak Pendiri Amerika, Benjamin Franklin, menerbitkan kata-kata bijak Konfusius di surat kabarnya dan hingga hari ini, patung filsuf besar China kuno itu terukir pada bagian muka gedung Mahkamah Agung AS, dan kami sangat bangga akan hal itu," ungkap Trump.

Ia juga menambahkan bahwa hubungan budaya dan simbolik antara kedua negara telah lama terjalin, termasuk hadiah dari tokoh-tokoh China kepada Amerika Serikat pada masa lampau.

"Prasasti itu memuat kata-kata seorang pejabat China yang menyebut jenderal besar dan negarawan tersebut sebagai pahlawan di antara manusia," tambah Trump.

Dalam pidatonya, Trump turut menyoroti kontribusi masyarakat kedua negara dalam sejarah pembangunan dan pertukaran ilmu pengetahuan.

"Para pekerja China turut membantu membangun jalur kereta yang menghubungkan pesisir Atlantik Amerika dengan pesisir Pasifik. Para pelancong Amerika ke China turut membantu menyebarkan literasi dan pengobatan modern dan atas permintaan duta besar China, Presiden Theodore Roosevelt menyediakan dana untuk mendirikan almamater Presiden Xi, Universitas Tsinghua," ungkap Trump.

Ia juga mengaitkan hubungan kedua negara dengan kerja sama pada masa Perang Dunia II serta kedekatan budaya yang terus berkembang.

"Memang seperti itulah mereka. Pernyataannya itu kemudian disambut sorak-sorai dan semua orang menyukai apa yang ia sampaikan. Sama seperti banyak orang China kini menyukai bola basket dan celana jin, restoran China di Amerika saat ini jumlahnya lebih banyak dibanding gabungan lima jaringan makanan cepat saji terbesar di AS, itu jumlah yang besar," tambah Trump.

Trump menegaskan bahwa hubungan perdagangan dan saling menghormati yang telah berlangsung sekitar 250 tahun menjadi fondasi penting bagi masa depan kedua negara.

"Rakyat Amerika dan rakyat China memiliki banyak kesamaan. Kita menghargai kerja keras. Kita menghargai keberanian dan pencapaian. Kita mencintai keluarga kita, dan kita mencintai negara kita," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara AS dan China dapat membawa dampak positif bagi dunia, termasuk generasi mendatang.

"Kita mencintai anak-anak kita, kawasan ini, dan dunia. Dunia ini menjadi dunia yang istimewa ketika kedua negara kita bersatu dan berjalan bersama," kata Trump.

Di akhir pernyataannya, Trump menyampaikan apresiasi kepada Presiden Xi Jinping atas sambutan yang diberikan, sekaligus mengundang kunjungan balasan ke Gedung Putih.

"Sambutan itu benar-benar luar biasa, tidak seperti yang lain, dan saya juga berterima kasih karena ia telah menerima kami dengan begitu ramah dalam kunjungan kenegaraan yang sangat bersejarah ini," ungkap Trump.

Trump pun mengundang Xi Jinping dan Peng Liyuan untuk datang ke Gedung Putih pada 24 September.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka