Angkatan bersenjata AS akan selalu bertindak dalam batasan hukum
Washington (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa setiap langkah militer yang diambil tetap akan mengikuti aturan hukum internasional, menyusul pernyataan keras Presiden Donald Trump terkait Iran.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers pada Senin waktu setempat.
"Angkatan bersenjata AS akan selalu bertindak dalam batasan hukum," kata Leavitt dalam sebuah konferensi pers, Senin(30/3).
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas pertanyaan publik mengenai ancaman Trump yang sebelumnya menyebut kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas penting Iran, yang dinilai bisa memicu kontroversi hukum internasional.
Leavitt juga menegaskan bahwa meski situasi memanas, Trump tetap berkomitmen untuk melanjutkan tujuan operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan pernyataan tegas dengan menyebut bahwa Amerika Serikat dapat menghancurkan fasilitas penting Iran seperti pembangkit listrik, ladang minyak, Pulau Kharg, hingga pabrik desalinasi jika kesepakatan damai tidak tercapai dan jalur strategis Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Ketegangan di kawasan tersebut sendiri sudah meningkat sejak akhir Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk wilayah Teheran yang memicu korban sipil dan kerusakan infrastruktur.
Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika yang berada di Timur Tengah, sehingga memperburuk situasi geopolitik di kawasan.
Eskalasi konflik itu juga berdampak pada jalur perdagangan energi global karena Selat Hormuz yang menjadi jalur utama ekspor minyak dan gas dari negara Teluk mengalami gangguan dan memperlambat distribusi ke pasar dunia.
Sumber: SPU