Kota Bandung (KABARIN) - Nasib ratusan satwa di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kini berada di persimpangan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat membuka opsi untuk memindahkan satwa endemik ke lembaga konservasi lain di wilayah Jawa Barat.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar Andri Hansen Siregar mengatakan, langkah ini akan diambil jika tidak ada kejelasan terkait nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bandung.
“Kami berharap jika tidak ada kejelasan, satwa-satwa yang dilindungi akan diambil alih untuk diamankan di lembaga konservasi terdekat,” kata Andri di Bandung, Selasa.
Saat ini, MoU tersebut masih berlaku hingga 6 Mei 2026, atau tiga bulan sejak ditandatangani pada 6 Februari. Setelah masa itu berakhir, skema pengelolaan Bandung Zoo berpotensi berubah.
Menurut Andri, keputusan apa pun yang diambil nantinya tetap berfokus pada satu hal utama: kesejahteraan satwa, terutama yang termasuk kategori endemik Indonesia dan dilindungi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa kesepakatan yang ada saat ini bertujuan menjaga perawatan satwa tetap berjalan, sekaligus memastikan para karyawan tidak kehilangan pekerjaan selama masa transisi.
“Intinya adalah menjaga agar satwa di Bandung Zoo terjamin kesejahteraannya dan karyawan masih tetap bisa bekerja, sehingga operasional tetap berjalan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 711 satwa di Bandung Zoo. Seluruhnya merupakan satwa dilindungi yang secara hukum adalah milik negara dan hanya dititipkan kepada lembaga konservasi untuk dirawat.
Dengan dicabutnya izin pengelolaan sebelumnya, pemerintah pusat kini mengambil alih tanggung jawab penuh terhadap perawatan satwa tersebut. Langkah ini dilakukan agar kondisi satwa tetap terjaga dan tidak terlantar di tengah ketidakpastian pengelolaan.
Jika opsi pemindahan benar-benar dilakukan, maka satwa-satwa itu kemungkinan akan dipindahkan ke lembaga konservasi lain yang dinilai lebih siap dalam menjamin kesejahteraan mereka.
Sumber: ANTARA