Jakarta (KABARIN) - Aktris dan produser eksekutif Luna Maya menilai kekuatan utama film Zona Merah justru ada pada kedalaman sisi manusia dari setiap karakter yang ada di dalam ceritanya.
Menurut Luna, daya tarik sebuah film bukan hanya dari konsep atau visual, tetapi dari bagaimana karakter di dalamnya mampu membuat penonton ikut terhubung secara emosional.
“Bagaimana si karakter itu bisa membawa cerita menjadi 'engaging' terhadap penonton,” kata Luna dalam konferensi pers di Studio 3 XXI Senayan, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa ketika penonton bisa merasakan perjuangan para karakter dalam situasi penuh tekanan, termasuk di cerita bertema zombie, maka pengalaman menonton akan terasa lebih kuat dan berkesan.
Luna juga optimistis proyek ini akan mendapat sambutan besar karena digarap oleh sutradara Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa yang menurutnya punya visi kuat dalam mengembangkan cerita.
“Aku percaya di tangan Tata dan Fajar, ini akan menjadi film yang paling ditunggu-tunggu nantinya dan paling wah, paket komplit itu,” kata Luna.
Tidak hanya tampil sebagai pemain pendukung, Luna juga mengambil peran di balik layar sebagai eksekutif produser yang ikut mengawal arah pengembangan film ini.
Ia menegaskan bahwa Zona Merah memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi cerita, tetapi juga sebagai karya yang bisa memperkuat posisi industri film lokal di level yang lebih luas.
“Sebagai eksekutif produser, saya melihat 'Zona Merah' memiliki potensi besar, tidak hanya secara kreatif tetapi juga dari sisi 'positioning' di industri. Ini adalah langkah penting untuk membawa IP lokal ke level yang lebih tinggi, baik dari skala produksi maupun jangkauan audiens," kata Luna.
Film ini sendiri merupakan pengembangan dari serial delapan episode yang sebelumnya tayang di platform streaming, dan kini diadaptasi ke format layar lebar dengan skala yang lebih besar.
Dalam versi film, latar cerita juga diperluas dengan mengambil setting serangan makhluk mayit atau zombie ke wilayah pusat kota besar sehingga konflik terasa lebih intens.
Aghniny Haque kembali dipercaya sebagai pemeran utama, sementara Luna juga ikut tampil di layar sekaligus mengemban tugas sebagai produser eksekutif.
Proses syuting dijadwalkan mulai berlangsung pada April dan diperkirakan berjalan sekitar satu bulan hingga Mei 2026.
Selain menghadirkan pemain lama seperti Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi, film ini juga menambah wajah baru seperti Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero untuk memperluas dinamika cerita.
Sumber: ANTARA