Jakarta (KABARIN) - Aktor Andri Mashadi membagikan pengalamannya saat mendalami karakter Risang, seorang wartawan dalam film Zona Merah yang punya peran penting dalam alur cerita.
Ia menjelaskan bahwa karakter Risang bukan sekadar jurnalis biasa, tetapi sosok yang memiliki banyak informasi rahasia tentang tokoh tokoh penting sehingga membuat posisinya sangat kuat dalam berbagai situasi.
Menurut Andri, kekuatan informasi yang dimiliki Risang membuatnya bisa memiliki posisi setara saat berhadapan dengan tokoh lain seperti Zaenal yang diperankan Lukman Sardi.
"Risang itu menyimpan banyak rahasia orang-orang besar sebenarnya gitu. Jadi, menurut aku ya, 'bargaining power'-nya dia sama bupati ya sama besarnya," ucap Andri dalam konferensi pers film Zona Merah di Jakarta, Rabu.
Untuk membangun karakter tersebut, Andri melakukan riset dengan mengamati langsung cara kerja wartawan di berbagai acara konferensi pers. Ia memperhatikan bagaimana setiap jurnalis memiliki gaya berbeda, ada yang terlihat dominan dan ada juga yang lebih tenang dalam bekerja.
Hasil pengamatan itu kemudian ia terapkan untuk membentuk kepribadian Risang agar terasa lebih realistis dan sesuai dengan dunia jurnalistik.
Ia juga menilai detail kecil seperti interaksi antar karakter sangat penting untuk menjaga alur cerita tetap masuk akal dan kuat secara emosional.
Andri mencontohkan salah satu momen di versi serial sebelumnya saat interaksi antara Risang dan Zaenal yang berjalan spontan di lokasi syuting tanpa banyak arahan detail dalam naskah.
Momen tersebut kemudian justru menjadi bagian penting yang berkembang dalam cerita dan mendapat perhatian penonton di semesta Zona Merah.
Film Zona Merah sendiri merupakan film bergenre thriller zombie dengan dominasi adegan aksi yang cukup tinggi.
Andri menyebut sekitar 78 hingga 80 persen film diisi dengan adegan aksi yang intens dan menegangkan.
Untuk mempersiapkan produksi, para pemain juga mengikuti workshop khusus agar bisa lebih siap saat proses syuting dimulai.
Film yang disutradarai Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa ini dijadwalkan mulai syuting pada April 2026 dengan tujuan menghadirkan pengalaman menonton yang lebih kuat secara visual dan emosional.
“Zona Merah memiliki fondasi dunia dan cerita yang sangat kuat sejak versi series. Di film ini, kami ingin membawa semuanya ke level berikutnya, baik dari sisi emosi, skala konflik, maupun pengalaman visual. Kami ingin membuat penonton merasa tidak aman di kursi bioskop. Lebih tegang, lebih gelap, dan lebih brutal dari yang pernah kami buat sebelumnya," kata Sidharta Tata.
Sumber: ANTARA