Iran Tidak Tanggapi Usulan Gencatan Senjata 48 Jam dari AS

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Iran dilaporkan tidak merespons tawaran gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan Amerika Serikat di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan kantor berita semi resmi Fars, usulan tersebut disampaikan Washington pada 2 April melalui perantara negara sahabat. Langkah itu disebut sebagai upaya meredakan ketegangan yang terus meningkat.

“Amerika Serikat pada 2 April mengusulkan gencatan senjata 48 jam melalui salah satu negara sahabat,” kata sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Meski demikian, tidak ada tanggapan resmi secara tertulis dari Teheran. Iran justru disebut memilih merespons langsung di lapangan dengan tetap melanjutkan operasi militernya.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pasukan AS di kawasan tersebut. Upaya diplomatik dari Washington juga dilaporkan terus ditingkatkan, terutama setelah adanya serangan terhadap fasilitas militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan udara ke Iran pada akhir Februari. Serangan itu dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah wilayah lain seperti Yordania, Irak, dan negara negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Rangkaian serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban dan kerusakan, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta mengganggu sektor penerbangan internasional.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka