Swiss Panggil Dubes Israel Terkait Kebijakan Hukuman Mati bagi Warga Palestina

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Swiss mengambil langkah diplomatik dengan berencana memanggil duta besar Israel sebagai respons atas kebijakan terbaru terkait hukuman mati bagi warga Palestina.

Keputusan ini muncul setelah parlemen Israel atau Knesset menyetujui aturan yang memungkinkan penerapan hukuman mati terhadap pelaku serangan fatal. Kebijakan tersebut langsung menuai sorotan dari berbagai pihak di dunia internasional.

Media setempat melaporkan bahwa Duta Besar Israel untuk Swiss, Tibor Schlosser, dijadwalkan akan dipanggil dalam waktu dekat untuk mendapatkan penjelasan sekaligus mendengar sikap resmi pemerintah Swiss.

"Swiss menolak hukuman mati di mana pun dan dalam keadaan apa pun karena tidak sejalan dengan hak untuk hidup dan martabat manusia. Karena alasan ini, Swiss telah menyampaikan posisinya kepada Israel baik secara bilateral maupun terbuka,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

Langkah komunikasi ini juga sudah lebih dulu dilakukan oleh pejabat di Kementerian Luar Negeri Swiss, termasuk Kepala Divisi Perdamaian dan Hak Asasi Manusia yang mulai membuka dialog dengan pihak Israel.

Undang-undang tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan hasil mayoritas di parlemen. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut memberikan dukungan terhadap kebijakan tersebut.

Dalam aturan itu, hukuman mati akan dijalankan dengan metode gantung oleh petugas yang ditunjuk otoritas penjara. Identitas petugas yang terlibat disebut akan dirahasiakan dan dilindungi secara hukum.

Sikap tegas Swiss ini menunjukkan komitmennya dalam menolak hukuman mati, sekaligus menekankan pentingnya perlindungan hak asasi manusia dalam kebijakan hukum di tingkat global.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka