Dinas Perumahan Sebut Tak Ada Lagi RW Kumuh Berat di Jakarta

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto menyatakan tidak ada lagi RW dengan kategori kumuh berat di ibu kota.

“Memang masih ada yang kumuh di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, itu yang paling banyak. Tapi, Alhamdulilah, sudah tidak ada yang kumuh berat, itu yang kami syukuri,” ungkap Kelik di Jakarta Pusat, Jumat.

Ia mengatakan kawasan RW kumuh yang masih tersisa di Jakarta kini masuk kategori kumuh sedang, kumuh ringan, dan kumuh sangat ringan.

Menurut Kelik, program penanganan kawasan kumuh akan terus dilanjutkan dan ditargetkan mampu menangani 50 RW hingga tahun depan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menggandeng Badan Pusat Statistik DKI Jakarta untuk memperkuat pendataan kawasan kumuh secara lebih rinci.

“Program akan kita lanjutkan, dengan hasil yang dari BPS ini. Kita akan benar-benar mengobati sesuai titik pusat yang memang kumuh. Jadi, kita akan bersama-sama dengan BPS DKI, sama yang menurunkan detailnya, RT-nya, dimana yang kumuh, karena menurut BPS kalau ada satu RT yang kumuh, maka disebut RW kumuh,” ungkap Kelik.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung mengatakan penanganan RW kumuh akan diprioritaskan di wilayah berpenduduk padat, khususnya Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Kawasan Tambora disebut menjadi salah satu fokus perhatian karena memiliki kompleksitas permukiman tinggi dan membutuhkan penanganan yang terukur.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka