Jakarta (KABARIN) - Badan Geologi Kementerian ESDM meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Sinabung setelah terjadi peningkatan kegempaan dalam beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan peningkatan aktivitas Sinabung ditandai dengan munculnya getaran menerus atau tremor sejak Kamis (21/5) malam.
Tim Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan hasil pemantauan menunjukkan tremor dengan amplitudo maksimum 4 milimeter mulai terekam sejak pukul 23.53 WIB dan masih berlangsung hingga Jumat siang.
Selain tremor, aktivitas kegempaan lain seperti gempa hembusan, gempa low frequency, dan gempa hybrid juga terpantau meningkat, padahal sebelumnya jenis gempa tersebut jarang terjadi.
Lana mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu erupsi freatik maupun erupsi magmatik.
Selain itu, peningkatan tekanan di dalam sistem magmatik juga berpotensi menyebabkan pembongkaran kubah lava di kawasan puncak Gunung Sinabung.
Berdasarkan pengamatan visual, terlihat asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian sekitar 50 hingga 500 meter di atas kubah lava.
Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak gunung, serta radius sektoral sejauh 3,5 kilometer di sektor selatan-timur.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar saat musim hujan, terutama di sepanjang alur sungai sektor barat daya yang berhulu di kawasan puncak gunung.
Selain itu, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah diminta terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung dan mengimbau warga mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Sumber: ANTARA