Jakarta (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa diminta untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait rangkaian serangan yang menimpa personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Pemerintah Indonesia menyampaikan desakan tersebut setelah menerima laporan awal dari dua insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026.
Plt Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Rompis, menegaskan bahwa proses investigasi belum selesai dan masih berada pada tahap awal.
"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh," kata Veronica dalam taklimat media di Jakarta.
Indonesia juga menekankan pentingnya penegakan hukum bagi pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut serta meminta adanya akuntabilitas penuh. Pemerintah masih menunggu hasil akhir dari penyelidikan yang sedang berjalan.
Dari keterangan juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, satu personel Indonesia dilaporkan gugur pada 29 Maret akibat proyektil tank Merkava milik militer Israel. Sementara dua lainnya meninggal pada 30 Maret akibat ledakan alat peledak rakitan atau IED.
Berdasarkan temuan awal di lokasi, perangkat tersebut diduga dipasang oleh kelompok Hizbullah. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi yang terus berlanjut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menambahkan bahwa Indonesia baru menerima laporan untuk dua insiden awal, sementara penyelidikan atas insiden terbaru pada 3 April masih berlangsung.
"Kami terus meminta agar insiden ketiga pada 3 April dilanjutkan proses penyelidikannya," kata Yvonne.
Ia menegaskan kembali bahwa Indonesia mendorong proses investigasi yang transparan dan menyeluruh demi memastikan kejelasan kasus.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan langkah pengamanan untuk melindungi personel TNI yang masih bertugas dalam misi UNIFIL. Hingga saat ini, tercatat tiga prajurit gugur dan delapan lainnya mengalami luka saat menjalankan tugas di Lebanon.
Sumber: ANTARA